Berita  

Serangan Drone Iran Kembali Mengincar Fasilitas Minyak Arab Saudi

Gelombang serangan drone dan rudal kembali mengguncang Arab Saudi setelah fasilitas energi dan kawasan sipil menjadi target, meningkatkan ketegangan antara Riyadh dan Teheran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Ladang minyak Shaybah di Arab Saudi
Ladang minyak Shaybah di Arab Saudi

Bookieindonesia.com, Jakarta – Pemerintah Arab Saudi melaporkan adanya serangan drone baru yang mengarah ke wilayahnya pada Senin (9/3). Beberapa target yang disasar termasuk fasilitas minyak strategis. Riyadh menyampaikan keberatan keras atas serangan tersebut, terlebih setelah Iran sebelumnya menyatakan bahwa operasi militernya hanya menargetkan aset militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Saudi bahkan mengingatkan bahwa Teheran berpotensi menjadi pihak yang paling merugi jika eskalasi serangan terus berlanjut.

Menurut laporan Kementerian Pertahanan Saudi yang dikutip oleh Al Arabiya, setidaknya sembilan drone berhasil ditembak jatuh setelah terdeteksi menuju ladang minyak Shaybah yang terletak di kawasan Rub’ al Khali Desert, salah satu gurun terbesar di dunia.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah fasilitas yang sama juga menjadi sasaran lima drone. Seluruh drone tersebut berhasil dicegat sebelum mencapai target.

Selain itu, satu drone dilaporkan jatuh di sekitar wilayah Al-Jawf, sementara tiga rudal balistik berhasil dihancurkan setelah terdeteksi mengarah ke Prince Sultan Air Base.

Serangan lain juga dilaporkan menimpa kompleks perumahan di Al-Kharj. Insiden tersebut menewaskan dua pekerja asing serta melukai sedikitnya 12 orang lainnya yang bekerja di perusahaan pemeliharaan fasilitas di kawasan tersebut.

Serangan ini merupakan bagian dari gelombang operasi drone dan rudal yang dilancarkan Iran ke negara-negara Teluk yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat. Langkah tersebut disebut sebagai respons atas operasi pengeboman yang dilakukan Washington bersama Israel sejak 28 Februari lalu.

Pada Minggu malam (8/3), otoritas Saudi kembali mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Riyadh menilai bahwa serangan berkelanjutan tersebut menunjukkan peningkatan eskalasi yang dapat berdampak besar terhadap hubungan diplomatik kedua negara, baik saat ini maupun di masa depan.

Baca Juga :  Prediksi Piala Asia: Kekuatan Baru Siap Mengguncang

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa tindakan Iran tidak mencerminkan upaya untuk meredakan konflik, melainkan justru berpotensi memperluas siklus eskalasi yang pada akhirnya dapat merugikan Teheran sendiri.

Pemerintah Saudi juga mengecam keras serangan terhadap fasilitas sipil seperti bandara dan instalasi energi. Riyadh menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan serta pelanggaran nyata terhadap piagam dan hukum internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *