Sektor Agribisnis Indonesia Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

Kolaborasi regional dan transformasi berkelanjutan jadi kunci penguatan daya saing dan ketahanan pangan Indonesia

Sektor Agribisnis Indonesia Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi ASEAN
Sektor Agribisnis Indonesia Siap Dorong Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

bookieindonesia.com, Makassar Sektor agribisnis Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Hal ini terungkap dalam peluncuran laporan bertajuk Economic Insights: Unlocking Indonesia’s Agri-Food Powerhouse yang digagas oleh ASEAN Food & Beverage Alliance (AFBA) bersama Oxford Economics di Jakarta.

Laporan yang juga mendapat dukungan dari Food Industry Asia tersebut menyoroti peran penting agribisnis sebagai pendorong utama penciptaan lapangan kerja, peningkatan investasi, serta penguatan perdagangan nasional.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, menjelaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan transformasi struktural di sektor agribisnis sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045. Fokus utama transformasi ini adalah meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengintegrasikannya dengan pengembangan agroindustri.

Ia menambahkan, pendekatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan nasional secara menyeluruh, termasuk dalam aspek pangan dan gizi, seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

Transformasi tersebut selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025–2029 yang menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah produk agroindustri, penguatan ketahanan pangan, serta pengurangan kesenjangan wilayah dan kemiskinan di pedesaan.

Upaya ini didukung melalui berbagai langkah strategis seperti reformasi kebijakan, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur dan sistem logistik, serta penguatan kerja sama antara sektor publik dan swasta.

Dalam forum peluncuran laporan tersebut, berbagai pemangku kepentingan dari kawasan turut hadir untuk membahas strategi optimalisasi agribisnis sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di ASEAN.

Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN, Satvinder Singh, menekankan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat sistem pangan dan rantai pasok di Asia Tenggara. Ia menyebut sektor pertanian sebagai fondasi utama yang menopang ekonomi, ketahanan pangan, dan stabilitas sosial di kawasan dengan populasi mencapai sekitar 700 juta jiwa.

Baca Juga :  Bapanas: Stabilitas dan Kewajaran Harga Pangan Jadi Kunci Pengendalian Inflasi

Menurutnya, kerja sama tersebut diperkuat melalui berbagai kerangka seperti ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang telah diperbarui serta Digital Economy Framework Agreement (DEFA), yang memberikan kepastian hukum dan meningkatkan konektivitas bisnis di kawasan.

Dari sisi riset, Direktur Konsultasi Ekonomi Oxford Economics, James Lambert, menilai sektor agribisnis Indonesia memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Ia menyoroti pentingnya memperkuat fondasi domestik dan menjaga stabilitas regulasi, terutama di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.

Selain itu, modernisasi infrastruktur logistik juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing Indonesia di pasar regional maupun global.

Sementara itu, perwakilan Sekretariat ASEAN, Pham Quang Minh, menegaskan komitmen kawasan dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pangan melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya adalah rencana aksi sektor pangan, pertanian, dan kehutanan ASEAN yang bertujuan menciptakan sistem agribisnis yang inklusif dan tangguh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *