BooKieindonesia.com, Medan – Kiper utama Gianluigi Donnarumma tidak mampu menyembunyikan kesedihannya setelah Italia kembali gagal melaju ke Piala Dunia 2026. Ia mengungkapkan rasa kecewa mendalam sekaligus mengajak timnya untuk segera bangkit dari situasi sulit.
Italia harus mengakui keunggulan Bosnia dan Herzegovina pada laga final play-off. Kekalahan melalui adu penalti membuat Azzurri kembali tidak tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Dalam pertandingan itu, Italia sempat berada di atas angin setelah Moise Kean mencetak gol pembuka. Namun keadaan berubah ketika Alessandro Bastoni diganjar kartu merah sebelum turun minum.
Bosnia kemudian berhasil menyamakan skor lewat Haris Tabakovic. Pertandingan pun berlanjut hingga adu penalti, di mana Bosnia tampil dominan dan menang 4-1. Hasil ini memperpanjang catatan buruk Italia yang absen di tiga edisi Piala Dunia berturut-turut.
Sulit Menerima Kenyataan
Kekalahan tersebut meninggalkan rasa terpukul bagi seluruh tim. Donnarumma mengaku masih sulit menerima hasil akhir yang menurutnya sangat mengecewakan.
Ia menilai perjuangan tim, meski bermain dengan 10 orang, seharusnya bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Namun kenyataan berkata lain.
“Saya masih sulit percaya kami bisa tersingkir dengan cara seperti ini, apalagi setelah bermain dengan 10 pemain. Kami bertahan sampai adu penalti dan sebenarnya punya peluang mencetak lebih banyak gol,” ujar Donnarumma.
“Ini adalah kekecewaan besar. Anak-anak di Italia harus kembali menyaksikan Piala Dunia tanpa tim nasional mereka, dan itu sangat menyedihkan,” lanjutnya.
Ajak Tim Bangkit
Meski diliputi rasa kecewa, Donnarumma menegaskan bahwa tim tidak boleh terus terpuruk. Ia mengajak rekan-rekannya untuk segera menemukan semangat baru.
Menurutnya, keberanian untuk bangkit dan memulai kembali menjadi kunci utama. Ia juga menekankan pentingnya rasa percaya dan kebersamaan dalam menghadapi masa sulit.
“Setelah kegagalan sebesar ini, kita harus punya keberanian untuk memulai lagi. Dibutuhkan kekuatan, semangat, dan keyakinan,” katanya.
“Kita harus tetap percaya. Itulah yang akan membawa kita kembali ke jalur yang benar dan mengangkat Italia ke posisi yang semestinya,” tegasnya.
Harapan di Tengah Kekecewaan
Kegagalan ini menjadi catatan pahit bagi sepak bola Italia, yang kini harus kembali menelan kenyataan absen dari Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Meski demikian, Donnarumma melihat adanya semangat juang dalam tim yang bisa menjadi modal untuk bangkit. Ia berharap pengalaman ini menjadi titik awal perubahan ke arah yang lebih baik.
“Mungkin kata-kata tidak banyak berarti saat ini, tetapi saya merasakan sesuatu yang kuat dalam diri saya dan ingin membagikannya,” ucapnya.
“Dari sinilah kita harus mulai lagi, bersama-sama, untuk membawa Italia kembali ke tempat yang seharusnya,” tutup Donnarumma.











