BooKieindonesia.com, Medan — Piala Dunia 2026 semakin mendekat, namun persiapannya justru dibayangi sejumlah tantangan serius. Berbagai persoalan muncul dan menjadi sorotan publik internasional menjelang turnamen terbesar di dunia sepak bola tersebut.
Ajang yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menghadapi beragam isu kompleks. Mulai dari faktor geopolitik, keamanan, hingga kenaikan biaya yang dirasakan langsung oleh suporter.
Skala turnamen yang lebih besar dari edisi sebelumnya turut menambah tantangan tersendiri. Selain itu, beberapa kebijakan dari pihak penyelenggara juga menimbulkan pro dan kontra di kalangan penggemar maupun otoritas lokal.
Situasi ini memunculkan keraguan terkait kesiapan penuh ajang yang akan dimulai pada 11 Juni mendatang.
Berikut beberapa isu utama yang menjadi perhatian menjelang gelaran Piala Dunia 2026.
Ketidakpastian Keikutsertaan Iran
Salah satu sorotan datang dari kemungkinan absennya Timnas Iran. Pemerintah setempat masih mempertimbangkan aspek keamanan bagi para pemain yang akan bertanding di Amerika Serikat.
Sebelumnya, sempat muncul wacana bahwa Iran bisa menarik diri dari turnamen. Hal ini dipicu kekhawatiran terkait jaminan keselamatan tim di negara tuan rumah.
Meski demikian, pihak FIFA tetap berharap Iran ikut serta. Keputusan akhir tetap berada di tangan otoritas negara tersebut.
Lonjakan Biaya Transportasi
Isu lain yang mencuat adalah kenaikan biaya transportasi di sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat. Harga tiket perjalanan menuju stadion dilaporkan melonjak tajam dibandingkan tarif normal.
Sebagai contoh, perjalanan pulang-pergi yang sebelumnya sekitar $12,90 kini bisa mencapai $150 atau setara Rp2,5 juta lebih. Kondisi ini memicu kritik dari berbagai pihak.
Beberapa kota seperti Los Angeles dan Philadelphia memilih untuk tidak menaikkan tarif. Namun kebijakan tersebut tidak berlaku seragam di semua wilayah penyelenggara.
Harga Tiket yang Dinilai Terlalu Mahal
Selain transportasi, harga tiket pertandingan juga menjadi sorotan utama. Banyak suporter menilai harga yang ditetapkan terlalu tinggi dan kurang terjangkau.
Tiket termurah dipatok sekitar $60 (sekitar Rp1 juta), sementara harga final bisa mencapai $10.990 atau hampir Rp188 juta.
Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi minat penonton. Bahkan sejumlah pertandingan yang melibatkan tim tuan rumah tidak selalu mendapat permintaan tiket setinggi ekspektasi penyelenggara.











