Mediasi Dewa United dan Bhayangkara FC Tuntas, Kasus Tendangan Keras Diselesaikan Damai

Mediasi antara Dewa United dan Bhayangkara FC berakhir damai, dengan permintaan maaf diterima dan kedua pihak sepakat tidak melanjutkan kasus ke jalur hukum demi menjaga pembinaan pemain muda.

BooKieindonesia.com, Medan — Dewa United Development dan Bhayangkara FC Youth akhirnya mencapai kesepakatan damai terkait insiden kekerasan yang terjadi dalam ajang Elite Pro Academy Super League U-20 2025/26.

Pertemuan mediasi digelar di Dewa United Arena, Tangerang, pada Rabu (23/4/2026). Agenda ini merupakan tindak lanjut dari insiden yang terjadi sebelumnya di Stadion Citarum, Semarang.

Proses diskusi berlangsung dengan suasana yang kondusif dan penuh itikad baik dari kedua belah pihak. Dalam pertemuan tersebut, kedua klub sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan tanpa melanjutkannya ke jalur hukum.

Selain itu, kedua pihak menegaskan komitmen untuk menjaga nilai sportivitas, khususnya dalam pembinaan pemain muda. Mereka juga menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam melindungi dan membina para pemain.

Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina, menyampaikan bahwa mediasi berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan yang positif. Ia menilai pertemuan ini menjadi langkah awal untuk memperbaiki situasi yang sempat memanas.

Firman juga menegaskan bahwa para pemain merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga dan dilindungi, bukan hanya milik satu klub.


Permintaan Maaf Diterima, Masalah Dianggap Selesai

Dalam mediasi tersebut, pemain yang terlibat dalam insiden, Fadly Alberto, telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Permohonan maaf itu ditujukan kepada pemain lawan yang terdampak serta pihak lain yang berada di lapangan.

Pihak Dewa United menilai permintaan maaf tersebut telah diterima dengan baik, sehingga persoalan dianggap telah selesai.


Tidak Dibawa ke Jalur Hukum

Firman juga menyampaikan pesan dari pimpinan klub yang tidak dapat hadir dalam pertemuan. Meski menyayangkan insiden tersebut, pihak manajemen memilih untuk tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

Namun demikian, Dewa United tetap akan melakukan evaluasi internal. Tindakan lanjutan akan diberikan kepada pemain maupun staf pelatih yang terlibat, sesuai dengan aturan dan kode etik klub.

Baca Juga :  Persija Jakarta Jadi Tim dengan Kartu Merah Terbanyak di BRI Super League 2025/2026, Alarm Bahaya di Tengah Ambisi Juara

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen klub dalam menjaga disiplin serta nama baik tim di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *