BooKieindonesia.com, Medan – Timnas Inggris harus menerima hasil mengecewakan setelah kalah 0-1 dari Timnas Jepang dalam laga uji coba internasional di Wembley Stadium, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi skuad asuhan Thomas Tuchel menjelang Piala Dunia 2026. Eksperimen taktik yang diterapkan justru membuat permainan tim kehilangan keseimbangan.
Gol semata wayang Jepang tercipta lewat serangan balik cepat. Kaoru Mitoma berhasil menyelesaikan umpan mendatar dari Keito Nakamura untuk membawa tim tamu unggul.
Meski Inggris tampil dominan dan menguasai jalannya pertandingan, mereka kesulitan menembus pertahanan rapat Jepang hingga laga berakhir.
Evaluasi Lini Belakang
Jordan Pickford tampil cukup baik meski kebobolan satu gol, dengan beberapa penyelamatan penting di babak kedua.
Di sisi kanan, Ben White aktif membantu serangan, namun celah yang ditinggalkannya dimanfaatkan Jepang untuk mencetak gol.
Ezri Konsa tampil solid dengan beberapa intersep penting, sementara Marc Guehi yang mengenakan ban kapten menunjukkan performa cukup stabil meski sempat gugup di awal laga.
Di sektor kiri, Nico O’Reilly tampil kuat dalam duel fisik dan aktif membantu serangan, walau lini pertahanannya sesekali terbuka.
Lini Tengah Kurang Stabil
Kobbie Mainoo memulai laga dengan cukup baik, namun kontribusinya menurun terutama dalam bertahan.
Elliot Anderson menjadi salah satu pemain terbaik Inggris berkat distribusi bola yang efektif dan hampir mencetak gol.
Sementara itu, Cole Palmer tampil di bawah ekspektasi. Bermain sebagai playmaker, ia kerap kehilangan bola dan gagal memberi dampak positif.
Lini Serang Tumpul
Morgan Rogers kesulitan beradaptasi di posisi sayap kanan dan baru terlihat berbahaya saat bergerak ke tengah.
Anthony Gordon menunjukkan kerja keras, namun minim ancaman nyata ke gawang lawan.
Eksperimen Phil Foden sebagai false nine tidak berjalan efektif. Ia tampak terisolasi dan gagal memberikan kontribusi signifikan di lini depan.
Dampak Pergantian Pemain
Beberapa pemain pengganti seperti Jarrod Bowen sempat memberikan energi baru, namun perubahan yang terlalu banyak justru membuat ritme permainan terganggu.
Marcus Rashford sempat menciptakan peluang, sementara Harry Maguire hampir mencetak gol lewat situasi bola mati di akhir laga.
Namun secara keseluruhan, pergantian pemain tidak mampu mengubah hasil pertandingan.
Kritik untuk Thomas Tuchel
Pendekatan taktik yang diterapkan Thomas Tuchel justru membuat permainan Inggris kehilangan arah. Para pemain terlihat tidak padu, seolah belum memahami sistem yang diterapkan.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi Inggris agar bisa tampil lebih solid sebelum menghadapi tantangan besar di Piala Dunia 2026.











