BooKieindonesia.com, Medan – Chelsea menghadapi tugas yang sangat sulit ketika menjamu Paris Saint-Germain pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Stamford Bridge. The Blues harus mengejar defisit tiga gol setelah kalah 5-2 pada leg pertama di Parc des Princes.
Di pertandingan sebelumnya di Paris, Chelsea sempat menyamakan skor dua kali sebelum akhirnya kebobolan tiga gol dalam 30 menit terakhir. Pergantian pemain oleh pelatih PSG, Luis Enrique, menjadi titik balik, saat Khvicha Kvaratskhelia masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan dampak signifikan. Winger asal Georgia itu memberikan assist untuk Vitinha dan mencetak dua gol tambahan, memastikan kemenangan besar PSG. Hasil ini menempatkan juara bertahan Liga Champions dalam posisi sangat nyaman jelang leg kedua di London.
Bagi Chelsea, peluang membalikkan keadaan sangat tipis. Mereka harus menang dengan skor besar di kandang sendiri jika ingin menjaga harapan lolos ke perempat final kompetisi elit Eropa tersebut.
Chelsea Berusaha Mempertahankan Asa Tipis
Kekalahan di Paris menempatkan Chelsea dalam situasi yang jarang dialami di kompetisi Eropa. Sejarah mencatat, Chelsea hanya sekali sebelumnya kalah tiga gol pada leg pertama tandang dalam duel dua leg UEFA.
Kejadian itu terjadi pada semifinal Cup Winners’ Cup musim 1994/1995, saat Chelsea kalah 3-0 dari Real Zaragoza. Meski menang 3-1 di leg kedua di Stamford Bridge, mereka tetap tersingkir dari kompetisi.
Performa Chelsea belakangan ini juga belum stabil. Kekalahan 1-0 dari Newcastle United di Premier League akhir pekan lalu menjadi kekalahan ketiga mereka dalam lima laga terakhir di semua kompetisi.
Masalah utama terlihat pada fase akhir pertandingan leg pertama melawan PSG. Setelah skor 2-2, lini pertahanan Chelsea kehilangan konsentrasi dan kebobolan tiga gol dalam 20 menit terakhir.
Namun, Stamford Bridge tetap bisa menjadi sumber harapan. Chelsea memiliki catatan kandang yang cukup solid saat menghadapi klub Prancis di kompetisi UEFA.
PSG Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Paris Saint-Germain datang ke London dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah kemenangan besar di leg pertama. Selain itu, mereka tidak menghadapi jadwal Ligue 1 pada akhir pekan, sehingga bisa fokus penuh menyiapkan laga ini.
Kemenangan 5-2 di Paris juga menjadi pembalasan sempurna setelah PSG kalah 3-0 dari Chelsea pada final Piala Dunia Antarklub musim panas lalu.
Performa PSG melawan klub Inggris juga cukup mengesankan dalam beberapa musim terakhir, dengan hanya satu kekalahan dari sembilan pertandingan UEFA terakhir menghadapi tim Inggris.
Di fase gugur Liga Champions musim lalu, PSG menunjukkan konsistensi menghadapi klub Premier League, menyingkirkan Liverpool, Aston Villa, dan Arsenal sebelum akhirnya meraih gelar juara.
Dengan keunggulan agregat tiga gol, PSG kini berada di posisi yang sangat kuat untuk melangkah ke perempat final Liga Champions musim ini.
Fakta dan Statistik Menjelang Chelsea vs PSG
- Chelsea dan PSG telah bertemu sembilan kali di kompetisi UEFA, semuanya di Liga Champions: PSG menang empat kali, Chelsea dua kali, dan tiga laga berakhir imbang.
- PSG menang dua dari tiga duel dua leg melawan Chelsea di fase gugur, termasuk babak 16 besar musim 2015/2016 dengan agregat 4-2.
- Chelsea memenangi tiga duel babak 16 besar Liga Champions terakhir mereka dan 13 dari 16 duel dua leg UEFA terakhir.
- Satu-satunya kekalahan tiga gol Chelsea pada leg pertama tandang terjadi pada semifinal Cup Winners’ Cup 1994/1995 melawan Real Zaragoza.
- Chelsea hanya kalah sekali dari 11 laga kandang UEFA melawan klub Prancis (7 menang, 3 imbang), termasuk tiga kemenangan terakhir.
- Chelsea selalu mencetak minimal dua gol dalam tujuh pertandingan UEFA terakhir melawan tim Prancis.
- PSG hanya kalah sekali dari sembilan laga UEFA terakhir melawan klub Inggris (6 menang, 2 imbang).
- PSG menang lima duel dua leg Liga Champions terakhir mereka dan selalu lolos ketika unggul tiga gol setelah leg pertama kandang.
- Vitinha mencetak gol dalam tiga pertandingan Liga Champions terakhir melawan klub Inggris, dengan total lima gol dalam periode tersebut.









