bookieindonesia.com, Tangerang Kekalahan pahit harus diterima Real Madrid setelah tersingkir dari ajang Liga Champions UEFA musim 2025-2026. Gelandang mereka, Eduardo Camavinga, secara terbuka mengakui kesalahan yang berkontribusi pada kegagalan timnya.
Langkah Los Blancos terhenti di babak perempat final usai kalah 3-4 dari Bayern Munich pada leg kedua yang berlangsung di Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut memastikan Madrid tersingkir dengan agregat 4-6, setelah sebelumnya juga kalah 1-2 pada leg pertama di Santiago Bernabeu.
Dalam pertandingan leg kedua, tim asuhan Alvaro Arbeloa sebenarnya tampil penuh semangat dan memberikan perlawanan sengit. Mereka bahkan sempat menyamakan agregat menjadi 4-4 setelah unggul 3-2 hingga mendekati akhir laga.
Gol-gol Madrid dicetak oleh Arda Guler yang mencetak dua gol cepat pada menit ke-1 dan ke-29, serta tambahan satu gol dari Kylian Mbappe di menit ke-42.
Di sisi lain, Bayern sempat memberikan balasan lewat gol Aleksandar Pavlovic (6′) dan Harry Kane (38′).
Namun, situasi berubah drastis menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-86, Camavinga menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah setelah dianggap mengulur waktu usai melanggar Harry Kane. Keputusan tersebut menuai kontroversi karena terjadi hanya beberapa menit setelah kartu kuning pertamanya.
Bermain dengan 10 orang di momen krusial membuat mental para pemain Madrid goyah. Bayern Munich pun memanfaatkan situasi ini dengan sangat baik.
Dua gol penentu kemenangan akhirnya dicetak oleh Luis Diaz pada menit ke-88 dan Michael Olise di masa injury time (90+5′).
Setelah sempat memilih diam pasca pertandingan, Camavinga akhirnya angkat bicara melalui media sosial. Ia menyatakan siap bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada tim serta para pendukung.
“Saya bertanggung jawab atas apa yang terjadi,” tulis Camavinga.
“Saya juga ingin meminta maaf kepada rekan satu tim dan seluruh Madridista. Terima kasih atas dukungan kalian. Hala Madrid, selalu.”











