bookieindonesia.com, Yogyakarta – Wacana penerapan sanksi bagi atlet yang keluar dari pelatnas bulu tangkis Malaysia kembali menjadi sorotan. Hal ini mencuat setelah beberapa pemain memutuskan meninggalkan naungan Badminton Association of Malaysia dalam waktu yang belum sesuai kontrak.
Dalam usulan terbaru, pemain yang hengkang lebih awal berpotensi dikenai denda antara 300 ribu hingga 500 ribu Ringgit Malaysia, atau setara miliaran rupiah. Selain itu, terdapat opsi hukuman berupa larangan tampil di ajang internasional selama dua tahun.
Legenda bulu tangkis Malaysia, Rashid Sidek, menilai kebijakan tersebut wajar diterapkan. Menurutnya, federasi telah menginvestasikan sumber daya besar untuk membina para atlet hingga mencapai level elite.
Pemain ganda putri Go Pei Kee menjadi nama terbaru yang memilih keluar dari BAM tahun ini. Keputusan tersebut membuat pelatih nasional, Rosman Razak, harus segera mencari pasangan baru untuk Teoh Mei Xing menjelang turnamen besar.
Meski demikian, Pei Kee tidak akan dikenai hukuman karena aturan tersebut belum resmi diberlakukan dan masih menunggu pengesahan dalam rapat dewan pada Mei mendatang.
Sekretaris BAM, Kenny Goh, menjelaskan bahwa klausul dalam kontrak pemain dirancang agar tetap adil bagi kedua pihak. Ia menegaskan bahwa pemain yang keluar sebelum kontrak berakhir dapat dikenai sanksi sesuai peringkat dunia mereka saat itu.
Rashid menambahkan, federasi memiliki hak untuk menetapkan batasan tegas agar pemain tidak dengan mudah meninggalkan tim setelah mencapai level tertentu. Namun, ia juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam penerapan aturan.
Menurutnya, kondisi tertentu seperti cedera harus menjadi pertimbangan khusus. Dalam situasi tersebut, pemain bisa dilepas tanpa sanksi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
Salah satu contoh adalah Ng Tze Yong, yang masih dalam masa pemulihan cedera dan belum bertanding hampir setahun. BAM tetap memberikan dukungan penuh kepada pemain berusia 25 tahun itu, termasuk membiayai operasi ACL di Doha demi mempercepat proses pemulihan.
Secara historis, kebijakan serupa pernah diterapkan pada era 1990-an terhadap Roslin Hashim dan Ismail Saman, yang dikenai kompensasi setelah meninggalkan tim nasional.
Namun, upaya serupa pada 2022 yang melibatkan Lee Zii Jia dan Goh Jin Wei batal diterapkan setelah menuai kritik publik.
Kini, kedua pemain tersebut berstatus profesional, tetapi tetap dilibatkan dalam persiapan tim nasional untuk ajang beregu bergengsi yang akan digelar di Horsens, Denmark pada akhir April hingga awal Mei mendatang.











