bookieindonesia.com, Ambon Surabaya Samator mulai menunjukkan sinyal kebangkitan setelah melewati masa sulit dalam beberapa musim terakhir di kompetisi Proliga. Klub yang pernah mendominasi voli nasional dengan koleksi tujuh gelar juara ini kini kembali memasang target tinggi untuk musim mendatang.
Pada Proliga 2026, Samator kembali mengamankan posisi ketiga—hasil yang sama seperti musim sebelumnya. Pencapaian ini dinilai cukup positif, mengingat tim sempat vakum dan kini lebih banyak mengandalkan pemain hasil pembinaan internal tanpa banyak nama besar.
Dalam perebutan posisi ketiga, Samator sukses mengatasi perlawanan Jakarta Garuda Jaya melalui format best-of-three. Pertandingan penentuan yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, berakhir dengan kemenangan meyakinkan 3-0 (25-19, 25-17, 25-20), sekaligus memastikan kemenangan kedua mereka.
Manajer tim, Hadi Sampurno, mengaku bersyukur dengan hasil tersebut. Ia menilai performa tim cukup stabil, meski sempat diwarnai rasa terlalu percaya diri setelah kemenangan awal.
Pada leg kedua, Samator hampir memastikan kemenangan lebih cepat saat unggul 2-1 dalam set. Namun, Garuda Jaya memberikan perlawanan sengit hingga memaksa pertandingan berlanjut.
Salah satu pemain senior, Hadi Suharto, mengungkapkan bahwa tim tetap tenang meski sempat tertinggal di awal pertandingan. Ia menilai pemahaman terhadap pola permainan lawan menjadi kunci untuk membalikkan keadaan.
Dua musim terakhir menjadi fase penting bagi Samator dalam membangun ulang fondasi tim. Setelah berpisah dari Bhayangkara pada 2023, banyak pemain inti hengkang sehingga tim harus memulai dari awal.
Beberapa nama besar seperti Nizar Julfikar, Rendy Tamamilang, hingga Agil Angga Anggara bergabung dengan Bhayangkara, sementara Rivan Nurmulki memilih melanjutkan karier di luar tim.
Situasi tersebut membuat Samator harus menyaksikan dominasi Bhayangkara dan LavAni yang konsisten melaju ke final dalam empat musim terakhir. Bahkan, pada musim 2025-2026, kedua tim nyaris tanpa pesaing berarti.
Namun, Samator tidak ingin terus berada di bawah bayang-bayang tersebut. Dengan komposisi pemain muda seperti Tedi Oka Syahputra, Rama Fazza Fauzan, Ageng Wardoyo, dan I Ketut Yudi Aditya, tim kini semakin solid.
Manajemen optimistis dengan waktu persiapan yang lebih panjang menuju Proliga 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun. Berbagai ajang seperti Livoli dan turnamen lainnya akan dimanfaatkan sebagai sarana evaluasi dan peningkatan performa.
Fokus utama pembenahan tim berada pada posisi setter. Dalam beberapa musim terakhir, Samator masih mengandalkan pemain asing di posisi tersebut, termasuk Lyvan Taboada. Ke depan, tim berharap bisa memaksimalkan potensi pemain lokal sambil tetap menggunakan kuota asing untuk melengkapi kebutuhan.
Dengan strategi tersebut, Samator yakin bisa kembali bersaing di level tertinggi dan menembus grand final pada musim mendatang.
Selain itu, rencana penerapan aturan salary cap di Proliga juga diharapkan menciptakan kompetisi yang lebih seimbang, sehingga peluang setiap tim menjadi lebih terbuka.











