
Bookieindonesia.com, Medan – Indonesia mengirimkan 24 pebulu tangkis untuk tampil di ajang All England 2026 yang berlangsung pada 3–8 Maret di Birmingham, Inggris. Turnamen bergengsi yang telah memasuki edisi ke-116 ini selalu menjadi panggung penting bagi para pemain dunia, termasuk wakil Merah Putih.
Bagi sebagian atlet, khususnya di sektor tunggal dan ganda putri, All England bukan turnamen baru. Namun setiap edisi menghadirkan tantangan berbeda, baik dari sisi persaingan maupun ekspektasi.
Putri KW Emban Tugas di Tunggal Putri
Di nomor tunggal putri, Indonesia hanya diwakili oleh Putri Kusuma Wardani setelah absennya Gregoria Mariska Tunjung. Tahun lalu, Putri menjalani debutnya di All England dan terhenti di babak 16 besar.
Kini ia kembali dengan status berbeda. Berkat peningkatan performa sepanjang musim 2025, Putri berhasil menembus peringkat enam dunia—posisi tertinggi dalam kariernya sejauh ini—dan datang sebagai unggulan keenam di turnamen level BWF World Tour Super 1000 tersebut.
Meski menghadapi lawan-lawan papan atas seperti An Se Young, Akane Yamaguchi, dan Chen Yu Fei, Putri dinilai memiliki modal penting berupa pengalaman dan peningkatan konsistensi. Tantangan utamanya kini adalah menjaga rasa percaya diri saat bersua pemain dengan peringkat lebih tinggi.
Berdasarkan hasil undian, Putri akan menghadapi wakil Denmark, Mia Blichfeldt, yang memiliki keunggulan rekor pertemuan dalam beberapa laga terakhir.
Ganda Putri Uji Kualitas
Sementara itu, sektor ganda putri menurunkan tiga pasangan: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, serta Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi.
Turnamen ini menjadi tolok ukur penting bagi ketiga pasangan tersebut karena sebagian besar belum genap setahun berpasangan.
Tiwi/Fadia tampil cukup menjanjikan dengan gelar juara di Thailand Masters 2026 dan semifinal di German Open 2026. Rachel/Febi juga mengoleksi gelar dari Australian Open 2026, sedangkan Ana/Trias mencatatkan final Australian Open serta perempat final di Malaysia Open 2026 sebagai pencapaian terbaik mereka sejauh ini.
Di Birmingham, mereka akan menghadapi lawan berat sejak babak awal. Rachel/Febi dijadwalkan menantang unggulan ketiga asal China, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian. Ana/Trias bertemu pasangan Ukraina Polina Buhrova/Yevheniia Kantemyr, sementara Tiwi/Fadia menghadapi wakil Taiwan Hsu Ya Ching/Sung Yu-Hsuan.
All England 2026 bukan sekadar soal hasil akhir. Bagi para wakil Indonesia, ajang ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperkuat mental bertanding menghadapi tekanan level tertinggi dunia. Pengalaman di Birmingham diharapkan menjadi bekal berharga untuk target jangka panjang sepanjang musim kompetisi.
















