BREAKING NEWS – Viktor Axelsen Resmi Pensiun, Cedera Punggung Akhiri Karier Gemilang

Masalah fisik yang berkepanjangan memaksa legenda bulu tangkis Denmark mengakhiri perjalanan luar biasanya di level dunia.

BREAKING NEWS – Viktor Axelsen Resmi Pensiun, Cedera Punggung Akhiri Karier Gemilang
BREAKING NEWS – Viktor Axelsen Resmi Pensiun, Cedera Punggung Akhiri Karier Gemilang

bookieindonesia.com, Medan Jagat bulu tangkis dunia kembali berduka setelah salah satu pemain terbaiknya, Viktor Axelsen, memutuskan untuk mengakhiri karier profesionalnya.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Axelsen pada Rabu (15/4/2026) melalui siniar The Average Not Average, yang ia bawakan bersama pengamat bulu tangkis, Chun Keat Yew.

Peraih dua medali emas Olimpiade itu resmi menutup kiprahnya di panggung internasional setelah bertahun-tahun menjadi sosok dominan di sektor tunggal putra.

Pada periode 2021 hingga 2024, Axelsen tampil sangat superior. Ia bahkan menduduki peringkat satu dunia selama 132 pekan berturut-turut—sebuah pencapaian yang membuatnya dijuluki sebagai “Alien” di dunia bulu tangkis.

Sepanjang kariernya, atlet asal Odense, Denmark ini mengoleksi berbagai gelar prestisius, termasuk dua emas Olimpiade, dua gelar Kejuaraan Dunia, dua trofi All England, lima gelar World Tour Finals, serta turut membawa timnya menjuarai Thomas Cup.

Namun, di balik kesuksesan tersebut, Axelsen harus berjuang melawan cedera punggung yang terus menghantuinya dalam beberapa tahun terakhir.

Ia mengakui bahwa keputusan pensiun bukan sepenuhnya keinginannya.

“Sejujurnya, ini bukan keputusan saya. Tubuh saya yang seakan memutuskan semuanya,” ungkapnya.

Cedera tersebut bahkan sempat membuatnya harus menjalani suntikan pereda nyeri menjelang Olimpiade Paris 2024, di mana ia tetap berhasil mempertahankan gelar juara.

Tak hanya itu, dalam turnamen Singapore Open, kondisi fisiknya sempat sangat buruk hingga ia mengaku kesulitan berjalan. Meski begitu, ia masih mampu tampil kompetitif hingga meraih gelar terakhirnya di India Open 2025.

Upaya untuk menyelamatkan kariernya dilakukan dengan menjalani operasi endoskopi pada April tahun lalu. Prosedur tersebut bertujuan mengurangi tekanan saraf di bagian bawah tulang punggungnya.

Akibat operasi itu, Axelsen harus menepi selama enam bulan dan melewatkan sejumlah turnamen besar seperti Sudirman Cup dan Kejuaraan Dunia.

Baca Juga :  Carolina Marin Tak Benar-Benar Menghilang Usai Pensiun

Sekembalinya ke lapangan, ia sempat menunjukkan tanda-tanda positif dengan mencapai semifinal Denmark Open dan perempat final French Open. Namun, masalah punggungnya kembali kambuh dan semakin memburuk.

Sejak saat itu, bahkan latihan ringan pun menjadi tantangan berat baginya. Pilihan untuk menjalani operasi lanjutan pun ada, tetapi dengan risiko yang tidak kecil.

Kondisi tulang punggungnya yang tidak lagi stabil membuatnya sulit untuk menjalani intensitas latihan yang dibutuhkan di level tertinggi.

“Bukan karena saya ingin berhenti, tetapi karena saya tidak lagi mampu berlatih seperti yang dibutuhkan,” tegasnya.

Berbagai metode pemulihan telah dicoba, mulai dari terapi, penguatan otot, hingga pengobatan nyeri. Namun, semuanya belum mampu mengatasi masalah yang ia alami.

Axelsen pun mengakui bahwa bermain tanpa rasa sakit kini menjadi sesuatu yang sulit ia bayangkan.

Meski berat, ia tetap bersyukur atas perjalanan kariernya yang luar biasa.

“Saya merasa sangat beruntung bisa menjalani apa yang saya cintai selama bertahun-tahun dan meraih banyak hal yang saya impikan,” katanya.

Keputusan untuk gantung raket memang menyisakan kesedihan, tetapi juga kebanggaan atas pencapaian yang telah ia ukir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *