bookieindonesia.com, Tangerang — Peluang tim bulu tangkis putri Malaysia di ajang Uber Cup 2026 menghadapi ujian berat setelah salah satu andalan di sektor ganda, Pearly Tan, memutuskan mundur akibat cedera.
Kondisi ini menjadi pukulan signifikan bagi tim, mengingat peran penting Pearly dalam memperkuat sektor ganda putri. Keputusan tersebut diambil kurang dari dua pekan sebelum turnamen dimulai, setelah hasil pemeriksaan medis menunjukkan cedera punggung yang dialaminya belum memungkinkan untuk pulih tepat waktu.
Menariknya, pihak tim Malaysia memilih untuk tidak menambah pemain pengganti. Dengan demikian, jumlah skuad yang dibawa ke turnamen hanya terdiri dari sembilan atlet.
Sepeninggal Pearly, rekannya Thinaah Muralitharan kemungkinan akan dipasangkan dengan pemain lain yang tersedia di dalam tim, seperti Carmen Ting, Ong Xin Yee, Low Zhi Yu, atau Noraqilah Maisarah.
Keputusan tidak menambah pemain disebut berkaitan dengan keterbatasan kedalaman skuad di sektor putri dalam pelatnas Malaysia saat ini.
Dalam fase grup, Malaysia tergabung di Grup B bersama Jepang, Turki, dan Afrika Selatan. Secara peluang, Malaysia diprediksi masih mampu bersaing menghadapi Turki dan Afrika Selatan. Namun, menghadapi Jepang tanpa kekuatan penuh jelas menjadi tantangan besar.
Dengan kondisi tersebut, fokus harapan kini beralih ke sektor tunggal putri. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Wong Ling Ching, yang sebelumnya tampil impresif dengan memberikan perlawanan sengit kepada PV Sindhu di Kejuaraan Asia 2026.
Wong mengakui bahwa situasi tim saat ini tidak ideal, tetapi ia tetap berusaha menjaga semangat dan kepercayaan diri tim. Ia menekankan pentingnya kekuatan mental serta solidaritas antar pemain untuk menghadapi tekanan di turnamen besar.
Menurutnya, menghadapi tim-tim kuat di Asia menjadi tantangan tersendiri, namun juga peluang untuk belajar dan berkembang. Ia dan rekan-rekannya terus melakukan evaluasi dari setiap pertandingan, terutama saat menghadapi pemain kelas dunia.
Dengan pendekatan tersebut, Wong optimistis bahwa timnya dapat terus berkembang dan suatu saat mampu bersaing di level tertinggi.











