bookieindonesia.com, Bandung Perayaan Minggu Palma di Yerusalem diwarnai insiden yang melibatkan aparat keamanan Israel. Patriark Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, dilaporkan tidak dapat menghadiri Misa di Gereja Makam Kudus setelah dihentikan di tengah perjalanan.
Dalam keterangan resmi Patriarkat Latin, disebutkan bahwa Kardinal Pizzaballa bersama Francesco Ielpo diberhentikan saat menuju lokasi ibadah dan diminta untuk kembali tanpa diperbolehkan melanjutkan perjalanan.
Peristiwa ini disebut sebagai kejadian pertama di mana pemimpin gereja tidak diizinkan mengikuti perayaan Minggu Palma di salah satu situs paling sakral bagi umat Katolik. Kejadian tersebut dinilai sebagai preseden yang mengkhawatirkan, terutama karena berlangsung di tengah Pekan Suci ketika perhatian umat Katolik dunia tertuju ke Yerusalem.
Pihak gereja menilai tindakan tersebut mengabaikan sensitivitas umat beriman secara global. Mereka juga menegaskan bahwa selama ini telah mematuhi berbagai pembatasan yang diberlakukan otoritas Israel sejak meningkatnya konflik kawasan, termasuk mengurangi kegiatan publik dan mengandalkan siaran ibadah secara daring.
Menurut pernyataan tersebut, pelarangan terhadap tokoh senior gereja dianggap tidak proporsional dan bertentangan dengan prinsip kebebasan beragama serta penghormatan terhadap status quo yang telah lama dijaga.
Patriarkat Latin Yerusalem juga menyampaikan kekhawatiran mendalam atas dampak insiden ini, baik bagi umat Katolik di Yerusalem maupun di seluruh dunia, terutama karena terjadi pada salah satu momen paling sakral dalam kalender liturgi.

