BooKieindonesia.com, Medan — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah wilayah Israel kembali menjadi sasaran serangan rudal dari Iran pada Minggu (15/3).
Serangan balasan dari Iran tersebut diluncurkan menggunakan sejumlah proyektil yang diarahkan langsung ke wilayah Israel.
Mengutip laporan Al Jazeera, Radio Angkatan Darat Israel menyatakan bahwa sistem pertahanan udara negara itu berhasil mencegat sebagian besar rudal dalam gelombang serangan terbaru. Meski demikian, beberapa proyektil dilaporkan tetap jatuh di area terbuka.
Pecahan dari sistem pencegat rudal kemudian dilaporkan jatuh di Kota Ramla yang berada di wilayah tengah Israel dan memicu kebakaran di kawasan tersebut.
Hingga saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat insiden tersebut.
Serangan ini semakin menambah ketegangan militer antara Iran dan Israel yang hingga kini masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.
Konflik di Timur Tengah memanas sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Memasuki hari ke-16 konflik, jumlah korban tewas dilaporkan telah melampaui 1.300 orang.
Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menolak kemungkinan gencatan senjata dengan Amerika Serikat maupun Israel.
Araghchi juga menyinggung kesepakatan gencatan senjata setelah konflik pada Juni tahun lalu yang dikenal sebagai perang 13 hari, yang menurutnya dilanggar oleh Amerika Serikat dan Israel.
“Sekarang Anda kembali meminta gencatan senjata? Hal seperti itu tidak akan berhasil,” ujarnya dalam wawancara dengan program Meet the Press.
Ia menegaskan bahwa konflik saat ini harus diakhiri secara permanen. Menurutnya, selama tujuan tersebut belum tercapai, Iran akan terus melanjutkan perjuangan demi rakyat dan keamanan negaranya.











