BooKieindonesia.com, Medan – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menegaskan bahwa timnya kini tidak pantas lagi dianggap sebagai kuda hitam di ajang MotoGP. Pernyataan ini muncul setelah performa impresif motor RS-GP dan para pembalapnya dalam tiga seri awal musim 2026.
Dari empat rider yang dimiliki, tiga di antaranya berhasil mengoleksi total sembilan podium dan empat kemenangan. Bahkan, tim pabrikan Aprilia sukses meraih kemenangan di tiga balapan Grand Prix secara beruntun serta finis posisi 1-2 di seri Brasil dan Amerika.
Saat ini, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin menempati posisi teratas klasemen pembalap. Sementara itu, Aprilia Racing dan Trackhouse Racing berada di papan atas klasemen tim, dan Aprilia juga memimpin klasemen konstruktor.
Aprilia Terus Menunjukkan Perkembangan
Dalam wawancara dengan GPOne, Rivola menilai bahwa Aprilia menjadi salah satu pabrikan yang mengalami perkembangan paling konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut bahwa dibandingkan tim lain yang sudah lebih mapan, Aprilia masih memiliki ruang untuk terus berkembang dan mengejar ketertinggalan, termasuk dari Ducati yang selama ini mendominasi.
“Kami tidak bisa lagi disebut underdog. Dalam beberapa tahun terakhir, kami adalah tim yang terus berkembang secara signifikan,” ujar Rivola.
Tetap Fokus, Belum Bicara Gelar
Meski memimpin klasemen di awal musim, Rivola memilih untuk tetap realistis. Ia menilai terlalu dini membicarakan peluang juara dunia, mengingat masih banyak seri yang harus dijalani.
“Melihat klasemen saat ini justru bisa menjadi kesalahan. Kami harus tetap fokus karena musim masih panjang,” jelasnya.
MotoGP 2026 sendiri masih menyisakan 19 seri. Para pembalap akan kembali berlaga pada Grand Prix Spanyol yang digelar di Sirkuit Jerez pada 24-26 April 2026.











