bookieindonesia.com, Banjarmasin Perjalanan Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia FIFA kerap diibaratkan sebagai kisah penuh harapan yang belum menemukan akhir bahagia. Meski dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, ambisinya untuk mengangkat trofi paling prestisius di sepak bola dunia belum juga terwujud.
Sebagai ikon Timnas Portugal, Ronaldo telah mencatatkan sejarah luar biasa. Ia mengoleksi ratusan caps dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi negaranya. Kontribusinya juga membawa Portugal meraih gelar di UEFA Euro 2016 serta UEFA Nations League edisi 2019 dan 2025.
Namun, cerita berbeda justru muncul ketika berbicara soal Piala Dunia. Prestasi terbaik Ronaldo di turnamen ini terjadi pada edisi 2006 saat Portugal berhasil menembus babak semifinal. Setelah itu, langkahnya cenderung tidak berkembang signifikan.

Pada edisi-edisi berikutnya, Portugal hanya mampu mencapai babak 16 besar pada 2010 dan 2018, tersingkir di fase grup pada 2014, serta berhenti di perempat final pada 2022. Catatan gol Ronaldo di ajang ini juga tergolong terbatas, dengan total delapan gol dari lima partisipasi—semuanya dicetak di fase grup tanpa satu pun di fase gugur.
Kini, di usia yang telah memasuki kepala empat, Ronaldo masih menyimpan satu mimpi besar. Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi kesempatan terakhirnya untuk meraih trofi yang selama ini belum pernah ia genggam, bersama klubnya Al Nassr.
Di turnamen tersebut, Portugal yang ditangani Roberto Martinez tergabung di Grup K bersama Uzbekistan, Kolombia, dan satu tim dari jalur play-off. Skuad Portugal kali ini terbilang sangat kompetitif dengan kombinasi pemain muda dan berpengalaman.
Di bawah mistar, ada Diogo Costa yang tampil konsisten. Lini pertahanan diperkuat oleh nama-nama seperti Nuno Mendes, Ruben Dias, dan Diogo Dalot.
Di sektor tengah, Portugal memiliki gelandang kreatif seperti Vitinha yang tampil impresif bersama Paris Saint-Germain. Selain itu, ada juga Bruno Fernandes, Bernardo Silva, serta Joao Neves yang memperkuat lini tengah.
Sementara di lini depan, Portugal memiliki banyak opsi berbahaya seperti Pedro Neto, Rafael Leao, Goncalo Ramos, dan tentu saja Cristiano Ronaldo.
Dengan komposisi tim yang solid dan penuh kualitas, peluang Portugal untuk melangkah jauh terbuka lebar. Kini, harapan besar tertuju pada apakah Ronaldo akhirnya mampu menutup kariernya dengan gelar Piala Dunia—atau justru harus kembali menerima kenyataan pahit yang selama ini menghantuinya.











