Berita  

Dinkes Banten Catat Lebih dari 2.000 Dugaan Kasus Campak hingga Maret 2026, Berpotensi KLB

Lebih dari 2.000 kasus suspek campak ditemukan di Banten hingga Maret 2026, pemerintah perkuat surveilans dan percepat program imunisasi anak.

Dinkes Banten Catat Lebih dari 2.000 Dugaan Kasus Campak hingga Maret 2026, Berpotensi KLB
Dinkes Banten Catat Lebih dari 2.000 Dugaan Kasus Campak hingga Maret 2026, Berpotensi KLB

Dinas Kesehatan Provinsi Banten terus melakukan pemantauan intensif terhadap penyebaran penyakit campak di wilayahnya. Hasil pengawasan menunjukkan adanya peningkatan jumlah kasus yang diduga campak dan berpotensi mengarah pada status Kejadian Luar Biasa (KLB). Hingga Maret 2026, tercatat lebih dari 2.000 orang masuk kategori suspek campak.

Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Astuti, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 tercatat sekitar 6.000 kasus dugaan campak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 510 kasus dipastikan positif setelah melalui pemeriksaan medis.

Menurut Ati, kondisi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan pada 2026. Sejak awal tahun, pihaknya telah memperkuat kegiatan surveilans atau pemantauan aktif terhadap kasus campak hingga tingkat puskesmas. Berdasarkan laporan yang terkumpul hingga Maret, jumlah suspek campak diperkirakan sudah melampaui angka 2.000 kasus.

Ia menambahkan bahwa temuan suspek tersebut tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Meski demikian, hingga kini baru satu kasus yang dipastikan positif campak, yakni di Kota Tangerang setelah melalui pemeriksaan laboratorium.

Ati menegaskan bahwa peningkatan surveilans dilakukan untuk mencegah keterlambatan penanganan. Walaupun campak tanpa komplikasi umumnya memiliki peluang sembuh yang tinggi, pihaknya tetap menganggap serius setiap gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.

Saat ini, pemerintah provinsi bersama dinas kesehatan kabupaten dan kota tengah memperkuat program vaksinasi campak. Upaya ini difokuskan pada anak-anak melalui pemberian imunisasi MR1, MR2, serta MR3.

Selain itu, program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dengan sasaran siswa sekolah. Di beberapa wilayah seperti Kabupaten Pandeglang, pemerintah juga menjalankan Outbreak Response Immunization (ORI), yakni kegiatan penyuluhan dan imunisasi secara menyeluruh untuk menekan potensi penyebaran penyakit.

Baca Juga :  TNI Lakukan Penataan Organisasi Kodam Jaya

Di daerah lain, pemerintah daerah juga melaksanakan program imunisasi kejar bagi anak-anak yang sebelumnya belum mendapatkan vaksin secara lengkap. Langkah ini dilakukan untuk memastikan cakupan imunisasi dapat terpenuhi dan risiko penyebaran campak dapat ditekan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *