Dunia  

FIFA Lakukan Efisiensi Besar untuk Operasional Piala Dunia 2026, Anggaran Dipangkas Lebih dari 100 Juta Dolar

Langkah penghematan dilakukan FIFA menjelang turnamen sepak bola terbesar dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 2026

Gianni Infantino mengungkapkan terkait pemangkasan anggaran piala dunia, sebagai bagian dari efisiensi menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.
Gianni Infantino mengungkapkan terkait pemangkasan anggaran piala dunia, sebagai bagian dari efisiensi menjelang turnamen terbesar sepak bola dunia.

Bookieindonesia.com, Jakarta – Badan sepak bola dunia, FIFA, melakukan pemangkasan besar pada anggaran operasional menjelang penyelenggaraan FIFA World Cup 2026. Organisasi tersebut memangkas lebih dari 100 juta dolar AS dari biaya operasional turnamen yang akan berlangsung di kawasan Amerika Utara pada Juni hingga Juli 2026.

Kebijakan efisiensi ini berdampak pada sejumlah departemen yang berada di kantor pusat FIFA wilayah Amerika Serikat di Miami. Para staf disebut diminta untuk menerapkan berbagai langkah penghematan guna menyesuaikan dengan kebijakan baru dari kantor pusat organisasi.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Februari lalu, Presiden FIFA Gianni Infantino mengungkapkan bahwa FIFA memperkirakan pendapatan dari turnamen tersebut dapat melampaui 11 miliar dolar AS.

Turnamen edisi 2026 sendiri akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.


Proyeksi Anggaran Turnamen

Dalam laporan tahunan FIFA 2024, organisasi tersebut memaparkan rencana anggaran untuk siklus 2023–2026.

Biaya operasional untuk penyelenggaraan Piala Dunia 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1,12 miliar dolar AS atau setara Rp18,9 triliun. Sementara itu, total anggaran turnamen—yang mencakup hadiah, penyiaran televisi, serta operasional lainnya—diproyeksikan mencapai 3,756 miliar dolar AS (sekitar Rp63,4 triliun).

Rincian pengeluaran operasional mencakup:

  • Sekitar 280 juta dolar AS untuk layanan teknis
  • 159 juta dolar AS untuk transportasi acara
  • 145 juta dolar AS untuk aspek keamanan dan keselamatan
  • 79 juta dolar AS untuk manajemen tamu

Namun menurut beberapa sumber internal, staf FIFA di Amerika Serikat belakangan merasakan tekanan karena berulang kali mendapat pemberitahuan bahwa anggaran operasional turnamen telah dipotong secara signifikan.

Pemangkasan tersebut disebut memengaruhi berbagai sektor penting, mulai dari keamanan, logistik, keselamatan, hingga aksesibilitas bagi pengunjung.

Baca Juga :  Serangan AS-Israel ke Iran Picu Kekacauan Dunia Olahraga: Liga Ditunda, F1 Terganggu, MotoGP Terancam, Piala Dunia Diawasi Ketat

Sumber-sumber tersebut juga menyebut bahwa total pemotongan kemungkinan melampaui angka 100 juta dolar AS, dengan instruksi efisiensi datang langsung dari kantor pusat FIFA di Swiss.


Peninjauan Anggaran Dianggap Hal Wajar

Menanggapi laporan tersebut, juru bicara FIFA menegaskan bahwa peninjauan anggaran merupakan prosedur yang biasa dilakukan sebelum penyelenggaraan turnamen besar.

Menurut FIFA, evaluasi ini bertujuan memastikan pengeluaran tetap terkendali sehingga sebagian besar pendapatan bisa dialokasikan kembali untuk pengembangan sepak bola di berbagai negara.

Dalam proyeksi anggaran siklus 2023–2026, FIFA menyebutkan total investasi organisasi diperkirakan mencapai 12,9 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 11,67 miliar dolar AS—atau lebih dari 90 persen—direncanakan untuk didistribusikan kembali guna mendukung perkembangan sepak bola global.

FIFA menilai strategi ini penting karena memungkinkan mereka memaksimalkan potensi pendapatan dari pasar olahraga terbesar sebelum mengembalikannya ke berbagai program pengembangan sepak bola di seluruh dunia.

Namun, sejumlah pihak menilai target distribusi dana tersebut ditentukan secara sepihak dan berpotensi membebani penyelenggara lokal serta para penggemar yang hadir di stadion.

Spekulasi juga sempat muncul bahwa distribusi dana besar dari turnamen bisa memengaruhi dukungan federasi anggota terhadap kepemimpinan Infantino pada pemilihan presiden FIFA di masa mendatang. FIFA pun membantah keras anggapan tersebut.


Kebijakan Efisiensi Picu Kritik

Di Amerika Serikat, kebijakan penghematan FIFA juga memunculkan pertanyaan baru, terutama terkait besarnya biaya yang harus ditanggung penggemar dan masyarakat.

Harga tiket pertandingan dilaporkan menjadi salah satu yang termahal sepanjang sejarah Piala Dunia. Untuk pertandingan fase grup, beberapa tiket standar bahkan dijual hingga sekitar 700 dolar AS.

Sementara itu, tiket kategori bawah untuk laga final dapat mencapai harga 8.680 dolar AS.

Baca Juga :  Timnas Indonesia vs China Main Kapan? Cek Jadwal Disini

Selain harga tiket, kebijakan harga dinamis serta komisi sebesar 15 persen pada transaksi jual beli tiket melalui platform resmi FIFA juga menuai kritik.

Biaya parkir di sekitar stadion turut menjadi sorotan. Di sekitar MetLife Stadium misalnya, tarif parkir disebut mencapai sekitar 225 dolar AS. Sementara di SoFi Stadium, biaya parkir bisa menembus 300 dolar AS.


Ketegangan dengan Kota Tuan Rumah

Beberapa kota tuan rumah di Amerika Serikat juga mulai mempertanyakan apakah FIFA seharusnya memberikan kontribusi finansial lebih besar dalam penyelenggaraan turnamen.

Dalam kesepakatan awal dengan kota-kota tuan rumah, FIFA memegang berbagai sumber pendapatan seperti tiket, hak siar, sponsor, konsesi, hingga parkir. Sementara itu, pemerintah kota bertanggung jawab atas biaya keamanan dan perlindungan publik.

Meski begitu, FIFA dan pemerintah daerah kerap menyoroti potensi dampak ekonomi besar dari turnamen tersebut. Infantino bahkan pernah mengutip laporan yang memperkirakan ekonomi Amerika Serikat bisa memperoleh tambahan hingga 30 miliar dolar AS dari penyelenggaraan Piala Dunia.

Namun perbedaan pandangan mengenai tanggung jawab keamanan di area sekitar stadion kini memunculkan potensi konflik baru.

FIFA disebut berpendapat bahwa tanggung jawab mereka terbatas pada area perimeter stadion. Sebaliknya, sejumlah pejabat kota menilai FIFA seharusnya turut bertanggung jawab terhadap keselamatan pengunjung di area sekitar stadion, atau setidaknya berbagi beban biaya.

Perbedaan pandangan ini berpotensi memicu sengketa hukum di masa depan.


Sejumlah Kota Kurangi Skala Acara

Dampak kebijakan efisiensi juga dirasakan oleh beberapa kota tuan rumah yang akhirnya mengurangi skala rencana acara pendukung turnamen.

Festival penggemar resmi atau FIFA Fan Fest yang semula direncanakan berlangsung di Liberty State Park oleh panitia tuan rumah wilayah New York/New Jersey bahkan dibatalkan.

Baca Juga :  Prabowo Semangati Timnas Hadapi Jepang, Erick Thohir Balas dengan Senyum

Kota Seattle juga menyesuaikan rencananya, sementara hanya Philadelphia dan Houston yang tetap berkomitmen menyelenggarakan festival penggemar penuh selama 39 hari sesuai rencana awal.

Di sisi lain, panitia lokal di Boston masih mencari tambahan dana keamanan sebesar 7,8 juta dolar AS setelah pemerintah Foxborough menyatakan enggan menanggung risiko biaya tersebut.

Situasi menjadi semakin rumit karena meskipun United States Congress telah mengalokasikan dana bantuan keamanan sebesar 625 juta dolar AS, dana tersebut hingga kini belum dapat dicairkan akibat penutupan sebagian pemerintahan yang memengaruhi United States Department of Homeland Security.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *