Valentino Rossi Soroti Penurunan Performa Pecco Bagnaia di Ducati: Seperti Kehilangan Arah

Valentino Rossi Soroti Penurunan Performa Pecco Bagnaia di Ducati: Seperti Kehilangan Arah

Valentino Rossi Soroti Penurunan Performa Pecco Bagnaia di Ducati: Seperti Kehilangan Arah
Valentino Rossi Soroti Penurunan Performa Pecco Bagnaia di Ducati: Seperti Kehilangan Arah

Bookieindonesia.com, Jakarta – Legenda MotoGP, Valentino Rossi, memberikan pandangannya mengenai performa anak didiknya, Francesco Bagnaia, yang dinilai mengalami penurunan saat mengendarai motor Ducati di ajang MotoGP.

Bagnaia yang merupakan juara dunia dua kali menghadapi musim 2025 yang tidak mudah. Pembalap asal Italia tersebut mengalami penurunan performa yang cukup signifikan sehingga memunculkan banyak pertanyaan di internal tim Ducati.

Pada akhir musim, Bagnaia hanya mampu menempati posisi kelima klasemen, terpaut lebih dari 250 poin dari rekan setimnya di Ducati sekaligus juara dunia musim itu, Marc Márquez.

Tidak hanya itu, Bagnaia juga harus mengakui keunggulan sejumlah pembalap lain seperti Álex Márquez, Marco Bezzecchi, dan Pedro Acosta.

Rossi membahas kondisi tersebut dalam sebuah diskusi bersama beberapa mantan pembalap MotoGP yang diunggah melalui kanal YouTube resmi MotoGP. Sebagai mentor Bagnaia di akademi balap miliknya, ia mengaku ikut mencoba mencari tahu penyebab performa muridnya itu menurun.

Masalah Saat Pengereman dan Masuk Tikungan

Dalam upayanya memahami situasi tersebut, Rossi bahkan sempat berdiskusi dengan crew chief Bagnaia. Dari analisis yang ia lakukan, masalah utama Bagnaia saat ini terjadi pada fase pengereman dan ketika memasuki tikungan.

Padahal, dua aspek tersebut sebelumnya dikenal sebagai salah satu keunggulan utama pembalap yang dijuluki Pecco itu.

Menurut Rossi, Bagnaia kini tampak seperti kehilangan arah dalam mengoptimalkan performa motornya pada momen-momen krusial tersebut.

Selain itu, Rossi juga menyoroti performa ban belakang yang dinilai cepat menurun selama balapan. Kondisi ini membuat Bagnaia kesulitan menjaga kecepatan, terutama di lap-lap terakhir.

Padahal pada musim-musim sebelumnya, Bagnaia dikenal sangat kuat pada fase akhir balapan karena mampu mengelola kondisi ban dengan sangat baik.

Baca Juga :  Konflik AS–Iran Memanas, Kekhawatiran Muncul soal Nasib Piala Dunia 2026

Rossi menilai karakter Bagnaia sebenarnya adalah pembalap yang sangat presisi. Namun, ketika performa ban belakang menurun lebih cepat dari biasanya, hal itu membuatnya kehilangan keunggulan yang selama ini menjadi kekuatannya.

Tekanan Mental dari Marc Marquez

Selain faktor teknis, Rossi juga menyinggung aspek mental yang mungkin memengaruhi performa Bagnaia. Kehadiran Marc Marquez di tim Ducati dinilai membawa tekanan psikologis tersendiri.

Menurut Rossi, tidak mudah bagi seorang pembalap ketika rekan setim baru langsung tampil sangat cepat sejak awal bergabung dengan tim.

Situasi tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi kepercayaan diri seorang pembalap.

Penurunan performa Bagnaia juga memunculkan berbagai komentar dari sejumlah tokoh MotoGP. Mantan bos tim Honda, Livio Suppo, bahkan menilai Bagnaia kini perlu membuktikan bahwa gelar juara dunia yang pernah diraihnya bukan hanya karena keunggulan motor Ducati semata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *