Bookieindonesia.com, Jakarta – Tottenham Hotspur harus menerima kekalahan 1-3 saat menghadapi Crystal Palace dalam laga Liga Premier pada Kamis malam. Pertandingan berubah drastis setelah bek Spurs, Micky van de Ven, menerima kartu merah yang membuat timnya kesulitan mengendalikan permainan. Hasil ini semakin memperburuk posisi Tottenham dan membuat mereka semakin dekat dengan zona degradasi.
Awalnya Spurs sempat unggul lebih dulu. Lima menit setelah gol Ismaila Sarr dianulir lewat keputusan kontroversial, Tottenham membuka keunggulan melalui Dominic Solanke yang mencetak gol dari jarak dekat.
Namun situasi berubah dengan cepat. Kapten tim malam itu, Van de Ven, melakukan pelanggaran terhadap Sarr saat pemain Palace tersebut berlari masuk ke kotak penalti. Aksi tersebut membuat Van de Ven diusir keluar lapangan dan Palace mendapatkan hadiah penalti yang sukses dieksekusi oleh Sarr.
Setelah itu, Crystal Palace semakin mendominasi. Jørgen Strand Larsen berhasil memanfaatkan situasi dari bola yang berasal dari aksi Adam Wharton, sebelum akhirnya Sarr mencetak gol lagi setelah menerima umpan terobosan lambung dari Wharton. Sejak tertinggal, Spurs kesulitan bangkit kembali.
Berikut penilaian performa pemain Tottenham dalam laga tersebut.
Penjaga gawang
Ia sempat melakukan penyelamatan penting dari percobaan Wharton di awal pertandingan. Namun ia gagal mengantisipasi penalti Sarr, kemudian kembali kebobolan lewat Strand Larsen dan Sarr menjelang turun minum.
Lini pertahanan
Bek ini bermain di sisi kanan dalam formasi tiga bek sebelum insiden kartu merah terjadi. Kesalahan komunikasi dengan Vicario berujung pada gol ketiga Palace. Ia juga beberapa kali mencoba umpan panjang, tetapi tidak efektif dan terlihat frustrasi sebelum akhirnya ditarik keluar.
Bek lain yang kembali tampil di skuad menunjukkan usaha maksimal. Ia sempat memaksa kiper Dean Henderson melakukan penyelamatan di awal babak kedua dan menjadi salah satu pemain bertahan Spurs yang tampil cukup menonjol malam itu.
Van de Ven justru menjadi sorotan negatif. Sebagai kapten tim pada pertandingan ini, ia membuat keputusan yang buruk dengan menarik Sarr setelah kalah dalam duel lari. Pelanggaran tersebut berujung kartu merah dan menjadi momen yang mengubah jalannya pertandingan.
Lini tengah
Seorang pemain muda Spurs menjadi salah satu penampil terbaik tim. Ia berhasil melewati dua pemain Palace sebelum memberikan umpan silang rendah yang diselesaikan Solanke menjadi gol. Pada babak kedua ia kembali menciptakan peluang setelah menggiring bola masuk ke kotak penalti dan juga aktif melakukan tekel.
Pemain lain melepaskan tembakan awal yang melebar dari sasaran. Ia juga menerima kartu kuning setelah secara sinis menirukan gestur meminta kartu untuk pemain lawan. Kesalahan kehilangan bola dari dirinya turut berujung pada gol kedua Palace.
Ada juga pemain yang awalnya bermain di lini tengah, tetapi harus turun membantu pertahanan setelah kartu merah terjadi. Ia terlihat terlambat merespons beberapa ancaman Palace menjelang akhir babak pertama.
Salah satu pemain menjalani debut sebagai starter untuk Spurs, namun baru enam menit bermain ia sudah mendapat kartu kuning karena melanggar Daniel Muñoz. Ironisnya, Muñoz kemudian harus keluar karena cedera bahu. Pemain Spurs tersebut akhirnya diganti setelah insiden kartu merah.
Lini serang
Seorang pemain sempat langsung menuju terowongan setelah ditarik keluar dan tidak memberikan kontribusi berarti selama di lapangan.
Dominic Solanke sempat memberi harapan lewat golnya dari jarak dekat di babak pertama. Ia bekerja keras sepanjang pertandingan dan hampir mencetak gol kedua pada menit ke-66, tetapi tendangannya berhasil diamankan oleh Henderson.
Pemain pengganti lainnya sempat membuat penyelamatan penting setelah masuk ke lapangan. Ia beberapa kali menimbulkan ancaman bagi Palace, tetapi juga melakukan umpan buruk yang akhirnya berujung pada gol kedua lawan.
Ada pula pemain yang mendapatkan cukup ruang bermain, tetapi tidak mampu memaksimalkan penguasaan bola dengan kualitas yang baik.
Salah satu pemain membantu Spurs mempertahankan penguasaan bola di babak kedua dan terlihat lebih rapi dalam mengontrol bola dibanding rekan-rekannya.
Pemain yang masuk sekitar 15 menit terakhir pertandingan tidak mampu memberikan dampak signifikan dan tampak kesulitan menemukan ritme permainan.
Sementara itu, pemain lainnya mencoba melakukan beberapa penetrasi yang menghasilkan pelanggaran dari lawan, tetapi tidak mampu menciptakan momen penentu di akhir laga.











