Intelijen AS Nilai Rezim Iran Tetap Kokoh Meski Digempur Serangan AS–Israel

Laporan terbaru menyebut struktur kepemimpinan Iran masih solid dan mampu mempertahankan kontrol terhadap negara meskipun menghadapi serangan militer intensif selama hampir dua minggu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Bookieindonesia.com, Jakarta – Laporan intelijen terbaru dari Amerika Serikat menyebut bahwa pemerintahan Iran masih berada dalam kondisi stabil meskipun mengalami serangan militer bertubi-tubi dari Amerika Serikat dan Israel. Analisis tersebut menyatakan bahwa rezim di Teheran tidak berada dalam ancaman runtuh dalam waktu dekat.

Informasi ini disampaikan oleh sejumlah sumber yang mengetahui isi laporan tersebut. Mereka menyebut bahwa berbagai penilaian intelijen menunjukkan kesimpulan serupa: kepemimpinan Iran tetap mampu mempertahankan kendali atas situasi domestik dan masyarakatnya.

Menurut laporan yang disusun dalam beberapa hari terakhir, struktur kekuasaan Iran masih berfungsi meskipun tekanan militer dan politik meningkat. Situasi ini muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menghadapi kritik terkait lonjakan harga minyak akibat konflik tersebut.

Trump sendiri sebelumnya mengisyaratkan bahwa operasi militer besar yang dilakukan AS—yang disebut sebagai yang terbesar sejak Iraq War—kemungkinan akan segera diakhiri.

Kepemimpinan Iran Masih Bertahan

Laporan intelijen juga menyoroti bahwa sistem kepemimpinan ulama di Iran tetap bertahan, meskipun negara tersebut kehilangan pemimpin tertingginya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas pada hari pertama serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari.

Sejumlah pejabat Israel dalam diskusi tertutup juga mengakui bahwa tidak ada jaminan perang yang berlangsung saat ini akan berujung pada runtuhnya pemerintahan ulama di Iran.

Meski demikian, para sumber menegaskan bahwa kondisi di dalam negeri Iran masih sangat dinamis. Perkembangan politik dan sosial di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi keamanan dan tekanan yang terus berlangsung.

Baik Kantor Direktur Intelijen Nasional AS maupun Central Intelligence Agency sejauh ini menolak memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut.

Baca Juga :  4 Penyebab Harga Emas Naik Saat Isu Krisis Global Muncul

Serangan Targetkan Infrastruktur Militer Iran

Sejak dimulainya operasi militer, pasukan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menyerang sejumlah fasilitas penting Iran. Target serangan meliputi sistem pertahanan udara, fasilitas nuklir, serta tokoh-tokoh penting dalam struktur militer dan pemerintahan.

Dalam pidatonya saat mengumumkan operasi militer, Trump bahkan sempat menyerukan kepada masyarakat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka sendiri. Namun, sejumlah pejabat senior pemerintahannya kemudian menegaskan bahwa tujuan operasi tersebut bukanlah untuk menggulingkan rezim Iran secara langsung.

Selain Khamenei, puluhan pejabat tinggi Iran dilaporkan turut tewas, termasuk sejumlah komandan senior dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elit yang memiliki pengaruh besar dalam bidang militer dan ekonomi Iran.

Mojtaba Khamenei Ditunjuk Sebagai Pemimpin Baru

Meski mengalami kerugian besar di tingkat kepemimpinan, laporan intelijen AS menyebut bahwa struktur kekuasaan Iran tetap berfungsi. IRGC serta para pemimpin sementara masih memegang kendali terhadap negara tersebut.

Awal pekan ini, Assembly of Experts—lembaga ulama senior di Iran—dilaporkan menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.

Sementara itu, sumber lain menyebut Israel tidak berniat membiarkan sisa struktur pemerintahan lama tetap bertahan. Namun hingga kini belum jelas bagaimana strategi militer yang sedang berlangsung dapat benar-benar menjatuhkan pemerintahan Iran.

Beberapa analis menilai bahwa runtuhnya rezim kemungkinan hanya dapat terjadi melalui operasi darat berskala besar yang memungkinkan munculnya gelombang protes di dalam negeri Iran.

Pemerintahan Trump sendiri belum menutup kemungkinan untuk mengirimkan pasukan darat Amerika Serikat ke wilayah Iran jika konflik terus berlanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *