Bookieindonesia.com, Jakarta – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) kembali melakukan rotasi dan mutasi jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat (TNI AD). Pergantian posisi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis, mulai dari Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) hingga Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan).
Rotasi ini merupakan bagian dari dinamika organisasi militer yang bertujuan untuk memperkuat sistem pembinaan karier prajurit sekaligus menjaga efektivitas organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah membenarkan adanya perubahan jabatan tersebut. Menurutnya, mutasi dan rotasi di tubuh TNI merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai bagian dari mekanisme organisasi.
“Pergantian jabatan di lingkungan TNI adalah hal yang biasa dilakukan. Hal ini merupakan bagian dari pembinaan karier prajurit sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi,” ujar Aulia saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Rotasi untuk Penguatan Organisasi
Selain pergantian jabatan, Mabes TNI juga melakukan validasi organisasi pada beberapa satuan di lingkungan TNI AD. Langkah ini bertujuan untuk menyesuaikan struktur organisasi dengan kebutuhan strategis serta perkembangan tantangan keamanan yang semakin dinamis.
Menurut Aulia, perubahan struktur organisasi merupakan bagian dari upaya TNI agar tetap adaptif dan mampu menjalankan tugas pertahanan negara secara optimal.
Ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan yang diambil, baik berupa rotasi jabatan maupun validasi organisasi, telah melalui proses pertimbangan yang matang oleh pimpinan TNI.
“Langkah ini dilakukan agar organisasi TNI tetap responsif terhadap dinamika tugas di lapangan,” kata dia.
Meski demikian, Aulia tidak merinci secara spesifik alasan mendalam di balik sejumlah perubahan organisasi tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa seluruh keputusan yang diambil semata-mata bertujuan memperkuat pelaksanaan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
Sejumlah Pangdam dan Perwira Tinggi Berganti Jabatan
Dalam rotasi kali ini, beberapa posisi penting mengalami pergantian pejabat. Salah satunya adalah jabatan Pangdam Jaya yang kini diemban oleh Mayjen TNI Deddy Suryadi setelah satuan tersebut mengalami validasi organisasi.
Perubahan juga terjadi pada posisi Pangkogabwilhan III. Jabatan yang sebelumnya dipegang Letjen TNI Bambang Trisnohadi kini diserahkan kepada Mayjen TNI Lucky Avianto. Bambang Trisnohadi sendiri dipercaya menempati jabatan baru sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI.
Sementara itu, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia yang sebelumnya menjabat sebagai Perwira Staf Ahli Tingkat III Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat kini ditunjuk sebagai Pangdam XXIV/Mulawarman.
Perubahan juga terjadi pada sejumlah posisi strategis lainnya, termasuk jabatan Direktur C Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang kini diisi oleh Kolonel Inf Wahyo Yuniartoto.
Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda yang sebelumnya menjabat Komandan Korem 173/Praja Vira Braja Kodam XVII/Cenderawasih kini dipercaya menjadi Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam IX/Udayana.
Selain itu, Brigjen TNI Vivin Alivianto yang sebelumnya menjabat Kepala Staf Divisi Infanteri 1 Kostrad kini menjabat sebagai Komandan Korem 173/PVB Kodam XVII/Cenderawasih.
Penyesuaian Jabatan di Lingkungan Kostrad dan Kodam
Rotasi juga terjadi di lingkungan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Brigjen TNI Setyo Wibowo yang sebelumnya menjabat Asisten Operasi Kaskostrad kini dipercaya sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 1 Kostrad.
Posisi Asisten Operasi Kaskostrad kemudian diisi oleh Kolonel Inf Tommy Anderson yang sebelumnya bertugas sebagai Perwira Pembantu VIII Kerja Sama Militer Non-Asia di Staf Operasi Angkatan Darat.
Perubahan lainnya terjadi pada jabatan Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI yang kini dijabat Mayjen TNI Suhardi setelah sebelumnya bertugas sebagai Asisten Teritorial Panglima TNI.
Sementara itu, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang dipercaya sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih menggantikan Mayjen TNI Amrin Ibrahim yang kini bertugas sebagai Tenaga Ahli Pengajar bidang Strategi di Lemhannas.
Pergantian juga terjadi pada jabatan Kepala Pusat Zeni Angkatan Darat (Kapusziad) yang kini dipegang Brigjen TNI Zulhadrie.
Pergantian di Berbagai Satuan dan Lembaga
Selain posisi di lingkungan TNI AD, rotasi jabatan juga mencakup penugasan di sejumlah lembaga negara. Beberapa perwira tinggi mendapatkan tugas baru di lembaga strategis seperti Badan Intelijen Negara (BIN) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
Mayjen TNI Arnold Aristoteles Paplapna, misalnya, kini dipercaya menjadi Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat dalam rangka penugasan di kementerian atau lembaga negara.
Sementara itu, Brigjen TNI Fahmi Sudirman ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup di BIN.
Rotasi juga mencakup sejumlah jabatan di tingkat komando resor militer (Korem), komando daerah militer (Kodam), hingga lembaga pendidikan militer.
Langkah ini dinilai penting untuk memberikan pengalaman baru bagi para perwira serta memperkuat koordinasi antara satuan TNI dengan berbagai lembaga negara.
Bagian dari Pembinaan Karier Prajurit
Pergantian jabatan di lingkungan TNI tidak hanya bertujuan memperkuat organisasi, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pembinaan karier prajurit.
Melalui rotasi jabatan, para perwira memiliki kesempatan untuk memperoleh pengalaman kepemimpinan di berbagai bidang tugas, baik operasional, teritorial, maupun strategis.
Dengan demikian, para perwira diharapkan memiliki kemampuan yang lebih komprehensif dalam menghadapi tantangan pertahanan di masa depan.
Mabes TNI menegaskan bahwa setiap kebijakan mutasi maupun validasi organisasi selalu didasarkan pada kebutuhan institusi dan kepentingan nasional.
Rotasi jabatan ini sekaligus menunjukkan bahwa TNI terus melakukan pembaruan internal agar tetap profesional, adaptif, dan siap menjalankan tugas menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.











