BooKieindonesia.com, Medan – Barcelona kembali menunjukkan mental juara saat menaklukkan Atletico Madrid dengan skor 2-1 dalam lanjutan La Liga. Kemenangan ini memperkokoh posisi Barcelona di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin.
Pertandingan yang digelar di markas Atletico berlangsung sengit sejak menit awal. Tuan rumah sempat unggul lebih dulu melalui gol Giuliano Simeone sebelum Barcelona membalas.
Marcus Rashford berhasil menyamakan kedudukan di menit ke-42. Momentum pertandingan berubah saat Nicolas Gonzalez diganjar kartu merah di penghujung babak pertama, memberi keunggulan jumlah pemain bagi Barcelona.
Memanfaatkan situasi itu, Robert Lewandowski mencetak gol kemenangan pada menit ke-87, memperpanjang dominasi Blaugrana atas Atletico, terutama di markas Camp Nou.
Flick Ingatkan Tim Agar Tetap Waspada
Kemenangan di liga domestik tidak membuat pelatih Hansi Flick merasa santai. Ia mengingatkan bahwa pertemuan berikutnya melawan Atletico di Liga Champions akan memiliki tekanan yang berbeda.
Barcelona dijadwalkan kembali menghadapi Atletico pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA di Camp Nou, stadion yang selama ini menjadi benteng kokoh bagi Blaugrana.
Secara statistik, Barcelona unggul. Mereka tidak terkalahkan dalam 25 laga kandang terakhir melawan Atletico di semua kompetisi, dengan 17 kemenangan dan delapan hasil imbang. Namun, Flick menekankan bahwa atmosfer Liga Champions berbeda dari liga domestik. “Ini berbeda karena Liga Champions adalah kompetisi terbaik di dunia,” kata Flick, dikutip dari Fotmob.
Fokus pada Identitas dan Strategi Tim
Flick juga menekankan pentingnya Barcelona untuk tetap setia pada gaya bermain mereka sendiri. Menurutnya, kemenangan bukan hanya soal kualitas individu pemain, tetapi juga konsistensi dalam menjalankan strategi tim.
Musim ini, Barcelona dan Atletico sudah bertemu beberapa kali. Barcelona unggul dalam tiga dari empat pertemuan sebelumnya, meski sempat kalah agregat di Copa del Rey.
Flick memperingatkan bahwa sedikit kehilangan fokus bisa berakibat fatal. “Kami memiliki gaya kami dan cara kami ingin bermain. Saat tidak melakukannya, terutama dalam pressing, lawan akan lebih mudah menemukan ruang,” ujarnya.
