HomeBerita

Liverpool Kembali Terperosok, Kalah dari Wolves dan Ulangan Cerita Lama

Kekalahan Dramatis Liverpool di Menit Akhir

Liverpool kalah dari tim juru kunci
Liverpool kalah dari tim juru kunci

Bookieindonesia.com, Jakarta – Liverpool harus menelan pil pahit setelah kalah 1-2 dari Wolverhampton Wanderers, tim juru kunci klasemen Premier League, pada laga di Molineux Stadium, Rabu (4-3-2026) dini hari WIB. Gol penentu lahir pada menit ke-94, ketika sepakan Andre membelok mengenai Joe Gomez dan mengecoh Alisson Becker, membuat The Reds kembali gagal mengamankan poin penting.

Wolves Tampil Tanpa Rasa Takut

Walau terpuruk di dasar klasemen, Wolves datang ke laga ini dengan modal kemenangan atas Aston Villa. Spanduk besar bertuliskan “Fear Nothing” di tengah lapangan Molineux mencerminkan semangat juang mereka. Tim asuhan Rob Edwards menunjukkan ketangguhan dalam mempertahankan posisi di kasta tertinggi, sekaligus memanfaatkan setiap celah pertahanan Liverpool dengan sempurna.

Rekor Gol Menit Akhir Liverpool

Kekalahan ini menambah panjang daftar kekalahan Liverpool akibat gol di masa injury time, yang kini mencapai lima kali musim ini — rekor terburuk dalam sejarah klub di Premier League. Selain Wolves, mereka juga kalah telak di menit akhir melawan Manchester City, AFC Bournemouth, Chelsea, dan Crystal Palace. Bahkan sembilan poin hilang saat menghadapi Fulham dan Leeds karena kebobolan di injury time.

Sisi Sayap Liverpool Masih Tumpul

Babak pertama di Molineux berlangsung datar, dengan peluang terbaik Liverpool hanyalah sepakan lemah Cody Gakpo. Wolves justru menunggu momen tepat untuk menyerang. Menit ke-78 menjadi penentu ketika Tolu Arokodare memenangkan duel fisik melawan Virgil van Dijk dan mengirim umpan kepada Rodrigo Gomez untuk mencetak gol pertama tuan rumah. Liverpool sempat menyamakan skor lewat Mohamed Salah, tetapi efektivitas serangan mereka tetap dipertanyakan, terutama di sisi sayap.

Kebutuhan Mendesak Akan Kreativitas

Musim panas lalu, Liverpool mengeluarkan hampir 450 juta paun untuk memperkuat skuad. Namun, masalah kreativitas masih nyata. Unit kreatif yang mampu membongkar pertahanan lawan Premier League menjadi kebutuhan mendesak, termasuk kembalinya Florian Wirtz yang absen karena cedera punggung. Meski punya kualitas mumpuni, mereka kembali kebobolan akibat celah di lini belakang yang tercipta saat mengejar kemenangan.

Cerita Lama yang Kembali Terulang

Gol penutup Wolves menjadi simbol lemahnya pertahanan Liverpool musim ini. Arne Slot, pelatih Liverpool, menilai situasi ini sebagai “cerita lama yang sama,” di mana timnya kesulitan mencetak gol dari open play meski dominan dalam penguasaan bola. Kekalahan ini menegaskan bahwa perjalanan Liverpool musim ini penuh dengan drama menit akhir dan rapuhnya lini belakang yang sering dimanfaatkan lawan.

Exit mobile version