HomeBerita
MotoGP  

Pendahulu Veda Hampir Celaka di ARRC Sepang 2026, Hafizh Syahrin Kena Sanksi Usai Selebrasi Berbahaya

Aksi selebrasi di garis finis berujung hukuman bagi Hafizh Syahrin setelah nyaris menyebabkan insiden dengan Andi Gilang dalam balapan ASB 1000.

Pendahulu Veda Hampir Celaka di ARRC Sepang 2026, Hafizh Syahrin Kena Sanksi Usai Selebrasi Berbahaya
Pendahulu Veda Hampir Celaka di ARRC Sepang 2026, Hafizh Syahrin Kena Sanksi Usai Selebrasi Berbahaya

bookieindonesia.com, Jakarta Gelaran Asia Road Racing Championship 2026 (ARRC 2026) resmi dimulai akhir pekan lalu di Sirkuit Sepang, Malaysia, dengan menghadirkan persaingan ketat di berbagai kelas.

Sorotan utama datang dari kelas Asian Superbike 1000 (ASB 1000), yang diisi oleh sejumlah pembalap berpengalaman, termasuk mereka yang pernah tampil di ajang MotoGP dan turunannya.

Pembalap tuan rumah, Hafizh Syahrin, tampil impresif sepanjang seri pembuka. Mengendarai Ducati Panigale V4R, ia berhasil meraih kemenangan sempurna di dua balapan sekaligus, yakni race 1 dan race 2.

Dalam kedua balapan tersebut, Syahrin menunjukkan dominasi dengan selisih waktu lebih dari empat detik atas pesaing terdekatnya, Keito Abe.

Namun, keberhasilan tersebut harus ternoda oleh sanksi dari penyelenggara. Syahrin dijatuhi denda sebesar 500 dolar AS (sekitar Rp8,5 juta) serta hukuman long lap penalty yang akan dijalankan pada race pertama seri berikutnya.

Sanksi ini diberikan karena aksinya yang dianggap membahayakan usai melewati garis finis. Syahrin terlihat mengurangi kecepatan secara signifikan di lintasan lurus utama sebelum benar-benar menyelesaikan balapan.

Saat melakukan selebrasi dengan menoleh ke belakang, posisi Syahrin berada tepat di depan para pembalap lain yang masih melaju dengan kecepatan tinggi, termasuk Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) dan Keito Abe yang tengah bertarung memperebutkan posisi kedua.

Situasi tersebut hampir berujung kecelakaan serius. Andi Gilang harus melakukan manuver cepat dengan membelokkan motor untuk menghindari tabrakan dengan Syahrin.

Insiden ini menjadi perhatian karena melanggar regulasi yang melarang pembalap melambat di area lintasan lurus setelah finis.

Meski demikian, Andi Gilang tetap mampu mengamankan posisi ketiga, hanya terpaut sangat tipis, yakni 0,016 detik dari Keito Abe. Hasil ini sekaligus mengulang pencapaiannya pada race pertama.

Di sisi lain, Syahrin langsung menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya. Ia mengakui bahwa selebrasi tersebut tidak pantas dan berpotensi membahayakan pembalap lain.

Syahrin juga menegaskan bahwa keselamatan merupakan aspek utama dalam balap motor dan menyatakan menerima sepenuhnya keputusan yang diberikan oleh pihak penyelenggara.

Exit mobile version