HomeBerita
MotoGP  

Marc Marquez Kesulitan di Awal MotoGP 2026, Livio Suppo Soroti Faktor Kebugaran

Performa belum maksimal di tiga seri pertama diyakini dipengaruhi kondisi fisik, bukan penurunan mental juara dunia.

Marc Marquez Kesulitan di Awal MotoGP 2026, Livio Suppo Soroti Faktor Kebugaran
Marc Marquez Kesulitan di Awal MotoGP 2026, Livio Suppo Soroti Faktor Kebugaran

bookieindonesia.com, Pematangsiantar Performa Marc Márquez pada tiga seri awal MotoGP 2026 menjadi sorotan. Mantan manajer tim ternama, Livio Suppo, menilai penurunan performa tersebut lebih disebabkan oleh kondisi fisik yang belum pulih sepenuhnya, bukan karena masalah mental.

Dalam beberapa balapan terakhir, Marquez belum mampu meraih kemenangan, baik di sesi Sprint maupun Grand Prix. Ia sendiri mengakui bahwa kondisinya belum ideal akibat cedera bahu kanan yang masih mengganggu.

Cedera tersebut diketahui terjadi setelah insiden dengan Marco Bezzecchi di Mandalika pada Oktober 2025. Akibatnya, Marquez harus absen di lima seri terakhir musim lalu dan masih merasakan dampaknya hingga awal musim ini.

Suppo menyebut Marquez sebagai sosok yang sulit ditebak. Ia menilai pembalap asal Spanyol itu tetap memiliki motivasi tinggi seperti musim sebelumnya saat meraih gelar dunia kesembilan.

“Ia tampaknya belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Namun, saya tidak melihat adanya penurunan dari sisi motivasi atau mentalitas,” ujar Suppo.

Ia juga menyoroti sikap Marquez yang jarang menyalahkan motor, berbeda dengan beberapa pembalap lain. Menurutnya, Marquez cenderung menganggap masalah ada pada dirinya sendiri, bukan pada performa motor.

Meski begitu, Suppo tidak sepenuhnya yakin bahwa faktor fisik adalah satu-satunya penyebab. Ia melihat adanya inkonsistensi performa di kubu Ducati. Hanya Fabio Di Giannantonio yang tampil cukup stabil, sementara pembalap lain, termasuk Francesco Bagnaia, masih menunjukkan performa yang naik turun.

Menurut Suppo, situasi ini patut diwaspadai, terutama bagi Bagnaia. Ia menilai satu musim buruk masih bisa dimaklumi, tetapi jika terjadi beruntun, hal tersebut bisa menjadi masalah besar bagi karier pembalap.

Exit mobile version