bookieindonesia.com, Pematangsiantar Hubungan antara Indonesia dan Pakistan kini memasuki fase baru yang lebih erat. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menegaskan bahwa kedua negara telah meningkatkan status kerja sama mereka menjadi kemitraan strategis di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Shehbaz Sharif.
Dalam keterangannya di Jakarta, ia menyebutkan bahwa kemitraan ini mencakup berbagai sektor penting, mulai dari pertahanan, perdagangan, investasi, pendidikan, hingga kesehatan, pariwisata, dan ketahanan pangan.
Lebih lanjut, kedua negara tengah merancang kesepakatan kemitraan ekonomi komprehensif yang ditargetkan rampung pada tahun depan. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang industri strategis seperti produksi vaksin.
Pakistan juga telah menjalin komunikasi dengan lembaga investasi Indonesia, Indonesia Investment Authority, guna mengidentifikasi peluang kolaborasi konkret di berbagai sektor.
Selain itu, Indonesia dan Pakistan berupaya menyelaraskan standar sertifikasi halal guna memperkuat rantai pasok industri makanan halal. Kedua negara bahkan tengah menjajaki pembentukan usaha patungan di sektor tersebut, dengan ambisi menjadi pemain utama dalam industri halal global.
Di bidang pertahanan, pembicaraan terkait pengadaan sistem persenjataan dari Pakistan kepada Indonesia juga tengah berlangsung. Tak hanya itu, kerja sama pelatihan militer juga terus diperkuat, terbukti dengan sejumlah personel TNI yang baru saja menyelesaikan pelatihan khusus di Pakistan.
Kerja sama pendidikan pun turut menjadi fokus utama. Kedua negara berencana meningkatkan pertukaran pelajar, khususnya di bidang kedokteran, teknik, dan teknologi komputasi tingkat lanjut.
Di tingkat multilateral, Indonesia saat ini memegang posisi ketua dalam Developing-8 Organization for Economic Cooperation untuk periode 2026–2027, dengan Pakistan sebagai salah satu anggotanya. Organisasi ini beranggotakan negara-negara berkembang seperti Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Turki, dan Azerbaijan yang baru bergabung pada 2024.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Pakistan sendiri telah terjalin sejak 1950 dan mencapai usia 75 tahun pada 2025. Kedua negara juga memiliki sejarah panjang sebagai penggagas Konferensi Asia Afrika 1955 di Bandung, bersama sejumlah negara Asia lainnya.
