bookieindonesia.com, Surabaya – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengungkapkan rasa kecewanya usai timnya gagal meraih kemenangan saat bertandang ke markas Udinese dalam lanjutan Serie A musim ini.
Pada pertandingan giornata ke-31 Liga Italia yang berlangsung di Bluenergy Stadium, Senin (6/4/2026), Como harus puas berbagi poin setelah bermain imbang tanpa gol.
Penampilan Como kali ini dinilai jauh dari standar terbaik mereka. Intensitas permainan yang cenderung menurun membuat tim kesulitan mengontrol jalannya laga dan minim menciptakan peluang berbahaya.
Secara statistik, Como hanya mampu mencatatkan sembilan percobaan tembakan, dengan tiga di antaranya mengarah ke gawang. Peluang terbaik hadir di akhir babak pertama melalui Nico Paz, namun usahanya masih bisa digagalkan penjaga gawang lawan.
Sebaliknya, Udinese tampil lebih agresif dengan menciptakan 12 peluang, lima di antaranya tepat sasaran. Beruntung bagi Como, penampilan gemilang kiper Jean Butez menjadi penyelamat dengan sejumlah aksi krusial sepanjang pertandingan.
Setelah laga berakhir, Fabregas secara terbuka mengkritik performa timnya, khususnya dalam hal penyelesaian akhir yang dinilai kurang maksimal.
Ia menilai beberapa pemain tampil di bawah ekspektasi dan gagal memanfaatkan peluang yang ada. Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut tetap memberikan apresiasi terhadap lini belakang yang mampu menjaga gawang tetap steril.
Hasil imbang ini sekaligus menjadi catatan clean sheet ke-11 Como di Serie A musim ini, sebuah pencapaian yang dinilai cukup positif.
Fabregas mengakui bahwa timnya sebenarnya memiliki peluang untuk mencetak gol, namun kurangnya ketajaman menjadi faktor utama kegagalan meraih kemenangan.
Tambahan satu poin membuat Como tetap bertahan di posisi keempat klasemen sementara Liga Italia, yang masih berada dalam zona kompetisi Eropa. Sementara itu, Udinese harus puas tertahan di peringkat ke-11 dan gagal menembus 10 besar.
Jalannya Pertandingan:
Sejak peluit awal dibunyikan, Udinese langsung tampil menekan dengan tempo permainan yang cukup tinggi. Tim tuan rumah berusaha menguasai lini tengah dan beberapa kali mengancam melalui serangan cepat, namun belum mampu menembus rapatnya lini pertahanan Como.
Como sendiri bermain lebih hati-hati dan cenderung menunggu momentum lewat serangan balik. Namun, kurangnya kreativitas di lini depan membuat aliran bola kerap terhenti sebelum memasuki area berbahaya.
Memasuki pertengahan babak pertama, Udinese semakin agresif. Mereka menciptakan beberapa peluang melalui tembakan jarak jauh dan situasi bola mati, tetapi kiper Como, Jean Butez, tampil sigap dengan sejumlah penyelamatan penting.
Peluang emas Como datang di menit-menit akhir babak pertama lewat aksi Nico Paz. Ia berhasil melepaskan tembakan terarah, namun masih mampu ditepis oleh penjaga gawang Udinese. Skor 0-0 pun bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, pertandingan berjalan lebih terbuka. Udinese tetap mendominasi serangan dengan intensitas tinggi, sementara Como mulai mencoba keluar menyerang meski masih kesulitan dalam penyelesaian akhir.
Udinese kembali mendapatkan beberapa peluang berbahaya, tetapi ketangguhan lini belakang Como dan performa gemilang Butez membuat gawang tetap aman.
Hingga peluit panjang dibunyikan, kedua tim gagal mencetak gol. Pertandingan pun berakhir dengan skor kacamata 0-0.
Kesimpulan Akhir:
Hasil imbang ini menunjukkan bahwa Como masih memiliki masalah serius dalam hal efektivitas serangan. Meski lini pertahanan tampil solid dan mampu mencatatkan clean sheet, kurangnya ketajaman di lini depan membuat mereka gagal meraih kemenangan.
Sementara itu, Udinese tampil lebih dominan namun juga kurang klinis dalam memanfaatkan peluang. Kedua tim harus puas berbagi satu poin dalam laga yang sebenarnya menyajikan cukup banyak peluang.
Ringkasan Prediksi:
Jika melihat performa dalam pertandingan ini, Como berpotensi mengalami kesulitan saat menghadapi tim dengan tekanan tinggi apabila tidak segera memperbaiki penyelesaian akhir.
Di sisi lain, pertahanan yang solid bisa menjadi modal penting untuk tetap bersaing di papan atas. Jika lini serang mampu ditingkatkan, Como masih berpeluang mempertahankan posisinya di zona kompetisi Eropa.
Untuk laga selanjutnya, Como diprediksi akan tampil lebih agresif dan berusaha bangkit, sementara Udinese perlu meningkatkan efektivitas agar tidak kembali kehilangan poin dari peluang yang terbuang
