HomeBerita

Drama 7 Gol di Allianz Arena: Kartu Merah Camavinga Jadi Titik Balik Tersingkirnya Real Madrid

Bayern Munchen bangkit di momen akhir setelah unggul jumlah pemain, Real Madrid tersingkir usai laga penuh kontroversi dan emosi

Drama 7 Gol di Allianz Arena: Kartu Merah Camavinga Jadi Titik Balik Tersingkirnya Real Madrid
Drama 7 Gol di Allianz Arena: Kartu Merah Camavinga Jadi Titik Balik Tersingkirnya Real Madrid

bookieindonesia.com, Makassar Pertarungan sengit tersaji saat Bayern Munich menjamu Real Madrid di Allianz Arena dalam leg kedua perempat final Liga Champions UEFA, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Laga penuh drama ini berakhir dengan kemenangan 4-3 untuk tuan rumah, sekaligus memastikan agregat 6-4 dan tiket ke semifinal.

Sejak awal pertandingan, tempo tinggi langsung terasa. Madrid yang datang dengan ketertinggalan agregat tampil agresif dan langsung mengejutkan publik tuan rumah. Baru berjalan kurang dari satu menit, Arda Güler memanfaatkan kesalahan fatal Manuel Neuer untuk mencetak gol cepat dari jarak jauh ke gawang kosong.

Keunggulan itu tak bertahan lama. Bayern segera merespons melalui Aleksandar Pavlović yang mencetak gol lewat sundulan, menyambut umpan sepak pojok Joshua Kimmich. Skor kembali imbang dan pertandingan semakin terbuka.

Jual beli serangan terus terjadi. Güler kembali menunjukkan kualitasnya lewat gol kedua dari tendangan bebas indah. Namun, Harry Kane memastikan Bayern tetap dalam jalur dengan gol penyeimbang yang juga menjadi gol ke-50-nya musim ini. Menjelang turun minum, Kylian Mbappé membawa Madrid unggul 3-2 lewat penyelesaian tajam.

Memasuki babak kedua, situasi berubah drastis. Eduardo Camavinga yang masuk sebagai pemain pengganti justru menjadi titik balik pertandingan. Dalam waktu singkat, ia menerima dua kartu kuning.

Pelanggaran pertama terjadi setelah ia menarik jersey Jamal Musiala. Tak lama berselang, aksinya yang dianggap mengulur waktu dengan membawa bola memancing keputusan wasit untuk mengeluarkan kartu kuning kedua, yang berarti kartu merah.

Bermain dengan 10 orang membuat Madrid kehilangan kendali permainan. Bayern memanfaatkan keunggulan tersebut dengan meningkatkan tekanan secara konsisten.

Hasilnya terlihat di menit-menit akhir. Luis Díaz mencetak gol penyeimbang, sebelum Michael Olise menjadi pahlawan lewat gol spektakuler di masa injury time yang memastikan kemenangan 4-3.

Ketegangan tak berhenti setelah peluit akhir. Para pemain Madrid melayangkan protes keras terhadap keputusan wasit, khususnya terkait kartu merah Camavinga. Situasi memanas hingga terjadi insiden di lorong stadion yang berujung kartu merah tambahan untuk Güler.

Dengan hasil ini, Bayern melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Paris Saint-Germain dalam duel besar yang sangat dinantikan.

Di sisi lain, pelatih Madrid, Álvaro Arbeloa, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kepemimpinan wasit. Ia menilai keputusan kartu merah tersebut tidak masuk akal dan sangat merugikan timnya dalam momen krusial.

Menurutnya, keputusan itu bukan hanya memengaruhi jalannya pertandingan, tetapi juga menghancurkan peluang timnya untuk melaju lebih jauh di kompetisi elit Eropa tersebut.

Exit mobile version