BooKieindonesia.com, Medan – Manchester United harus puas membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth dalam lanjutan Premier League di Vitality Stadium, Sabtu 21 Maret 2026. Pertandingan ini dipenuhi momen dramatis, termasuk penalti yang diperdebatkan, gol bunuh diri, dan kartu merah yang memicu ketegangan.
Hasil ini membuat posisi United tetap aman dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan, namun sejumlah keputusan wasit menjadi sumber frustrasi bagi tim. Pelatih interim Manchester United, Michael Carrick, pun menyatakan kekecewaannya dalam wawancara pascalaga. Meski demikian, United tetap mempertahankan momentum positif dalam perjalanannya mengejar posisi lima besar.
Laga Penuh Ketegangan di Vitality Stadium
Pertandingan antara Bournemouth dan Manchester United musim ini kembali menghadirkan drama besar. Setelah pertemuan pertama yang berakhir 4-4 pada Desember lalu, duel kali ini juga berlangsung sengit dan tak kalah menarik, dengan skor akhir 2-2.
Tempo pertandingan naik turun dengan cepat, dipengaruhi keputusan penalti yang diperdebatkan dan kartu merah yang mengubah alur laga. United sempat memimpin dan tampak mengontrol permainan, namun sejumlah insiden dramatis membuat pertandingan menjadi sangat terbuka hingga peluit akhir berbunyi.
Penalti Fernandes dan Kontroversi Awal
Gol pertama United tercipta pada menit ke-61 melalui penalti. Insiden bermula saat Matheus Cunha berhasil menembus pertahanan Alex Jimenez di kotak penalti, sehingga bek United panik dan menarik bajunya dari belakang. Wasit Stuart Atwell menunjuk titik putih tanpa ragu.
Bruno Fernandes, sebagai eksekutor, mengeksekusi penalti dengan tenang dan membawa United unggul 1-0.
Beberapa menit kemudian, kontroversi muncul ketika Amad terjatuh di kotak penalti akibat dorongan Adrian Truffert, tetapi wasit tidak memberikan penalti. VAR meninjau insiden tersebut dan memutuskan bahwa kontak yang terjadi tidak cukup untuk dianggap pelanggaran, memicu kebingungan di kubu United.
Gol Bournemouth dan Drama 15 Menit
Tak lama setelah penalti untuk Amad tidak diberikan, Bournemouth langsung memanfaatkan kesempatan. Adrian Truffert naik membantu serangan dan memberikan assist kepada Ryan Christie, yang menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-67.
United kembali unggul 2-1 berkat gol bunuh diri bek Bournemouth, James Hill, hasil sepak pojok Fernandes. Namun, keunggulan itu tidak bertahan lama. Alex Scott hampir menyamakan skor dengan tembakan jarak jauh yang membentur tiang gawang.
Ketegangan memuncak ketika Harry Maguire melakukan pelanggaran di kotak penalti yang berujung penalti dan kartu merah. VAR meninjau insiden tersebut dan tetap mengesahkan keputusan wasit. Junior Kroupi kemudian sukses mengeksekusi penalti, membuat skor kembali imbang 2-2.
Maguire dan Fernandes Tampil Kelas Dunia, Carrick Kritik Wasit
Usai pertandingan, Michael Carrick tidak menyembunyikan rasa frustrasinya terhadap keputusan wasit, khususnya terkait dua insiden penalti yang melibatkan timnya. Ia menilai ada ketidakonsistenan dalam keputusan tersebut.
Carrick menuturkan bahwa pelanggaran terhadap Amad hampir identik dengan insiden penalti yang sebelumnya diberikan untuk United. “Salah satu dari dua keputusan itu pasti keliru, karena wasit memberikan satu penalti untuk situasi yang sama tetapi tidak memberikan yang lainnya,” ujar Carrick.
Ia menambahkan, “Pada insiden Matheus Cunha penalti diberikan. Sedangkan pada Amad, tidak diberikan, padahal kedua situasi hampir sama, dua tangan memegang pemain di kotak penalti saat bola dikuasai.”
Manchester United Tetap di Jalur Liga Champions
Meskipun pertandingan ini penuh kontroversi, Manchester United masih berada di jalur yang baik untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Di bawah arahan Carrick, tim berhasil mengumpulkan 24 poin dari 30 poin maksimal dalam sepuluh pertandingan terakhir Premier League.
Performa ini terbilang impresif, terutama ketika beberapa pesaing seperti Aston Villa, Chelsea, dan Liverpool mengalami inkonsistensi. United tetap menjadi salah satu kandidat kuat untuk finis di posisi lima besar.
