Bookieindonesia.com, Medan – FIFA memastikan tidak akan mengubah lokasi pertandingan Piala Dunia 2026 meski Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya mengajukan permohonan pemindahan venue dari Amerika Serikat ke Meksiko. Keputusan ini menegaskan bahwa seluruh jadwal turnamen tetap mengikuti rencana awal yang telah diumumkan sejak tahun lalu.
Permintaan Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan tim nasional Iran apabila harus bertanding di wilayah AS, terutama setelah konflik militer kedua negara kembali memanas.
Dalam keterangan resminya, FIFA menyatakan bahwa seluruh laga akan tetap berjalan sesuai jadwal yang dirilis pada Desember 2025. Selain itu, FIFA juga terus melakukan komunikasi dengan semua pihak terkait, termasuk federasi Iran, guna memastikan penyelenggaraan turnamen tetap lancar.
Penolakan ini menjadi kabar kurang menguntungkan bagi Tim Melli yang sebelumnya aktif melobi agar pertandingan mereka bisa dialihkan ke Meksiko. Namun, FIFA tetap berpegang pada keputusan awal tanpa perubahan venue.
Sebagai informasi, Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi bersejarah karena digelar di tiga negara sekaligus, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Ketegangan Iran dan AS Picu Kekhawatiran
Isu keamanan mulai menjadi sorotan sejak meningkatnya konflik pada akhir Februari lalu. Pernyataan Presiden Amerika Serikat saat itu justru memperkeruh situasi.
Ia sempat mengungkapkan bahwa keberadaan Iran di AS dinilai berisiko, bahkan dari sisi keselamatan mereka sendiri. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari pihak Iran.
Tim nasional Iran melalui media sosial menegaskan bahwa mereka tidak bisa dikecualikan dari ajang Piala Dunia. Meski demikian, manajemen tim tetap mempersiapkan berbagai langkah antisipasi sebagai bentuk kewaspadaan.
Federasi Iran Tegaskan Sikap
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menyampaikan kekhawatiran serius terkait situasi tersebut. Ia menilai bahwa pernyataan dari pihak AS menunjukkan adanya ancaman terhadap keselamatan para pemain.
Menurutnya, apabila keamanan tidak dapat dijamin, maka timnas Iran tidak akan mengambil risiko untuk bertanding di Amerika Serikat. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya sempat mengajukan opsi kepada FIFA agar pertandingan dipindahkan ke Meksiko.
Dukungan juga datang dari jalur diplomatik. Duta Besar Iran untuk Meksiko, Abolfazl Pasandideh, menyoroti minimnya kerja sama dari pihak Amerika Serikat, terutama terkait pengurusan visa serta dukungan logistik bagi delegasi Iran.
Meksiko Siap Jika Diminta, Jadwal Iran Tetap di AS
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan bahwa negaranya terbuka jika diminta menjadi tuan rumah alternatif untuk pertandingan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap menunggu keputusan resmi dari FIFA.
Sementara itu, Iran telah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai runner-up grup kualifikasi. Tim yang dilatih Amir Ghalenoei dijadwalkan menghadapi Belgia dan Selandia Baru di Los Angeles, serta Mesir di Seattle.
Piala Dunia 2026 akan dimulai pada 11 Juni 2026, dengan laga pembuka yang mempertemukan Afrika Selatan melawan Meksiko.
