HomeBerita

Liam Rosenior Didepak Chelsea, Isu Kebocoran Informasi dari Tukang Cukur Ikut Disorot

Kekalahan telak dari Brighton dan bocornya kabar internal tim jadi latar belakang berakhirnya masa singkat Rosenior di Stamford Bridge

Liam Rosenior Didepak Chelsea, Isu Kebocoran Informasi dari Tukang Cukur Ikut Disorot
Liam Rosenior Didepak Chelsea, Isu Kebocoran Informasi dari Tukang Cukur Ikut Disorot

bookieindonesia.com, Banjarmasin Nasib Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea harus berakhir lebih cepat dari rencana. Juru taktik asal Inggris itu resmi diberhentikan setelah hanya tiga bulan memimpin tim, jauh dari kontrak awal yang berdurasi panjang.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu (22/4/2026), pihak klub mengonfirmasi keputusan untuk mengakhiri kerja sama dengan Rosenior. Manajemen menyebut hasil pertandingan yang tidak memuaskan menjadi alasan utama di balik langkah tersebut.

Klub juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Rosenior beserta staf pelatih selama masa kerja mereka. Namun, performa tim yang dinilai belum memenuhi ekspektasi membuat keputusan ini dianggap perlu diambil demi kepentingan klub ke depan.

Menariknya, ada faktor tak biasa yang ikut mencuat dalam situasi ini. Seorang tukang cukur yang diduga dekat dengan salah satu pemain disebut-sebut turut berperan dalam kebocoran informasi internal tim.

Pemecatan Rosenior terjadi tak lama setelah Chelsea menelan kekalahan 0-3 saat bertandang ke markas Brighton dalam lanjutan Liga Inggris musim 2025-2026. Dalam laga tersebut, gawang The Blues sudah kebobolan sejak awal pertandingan dan gagal bangkit hingga peluit akhir.

Beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, sebuah akun media sosial mengungkap bahwa dua pemain penting Chelsea, Cole Palmer dan Joao Pedro, tidak akan tampil karena cedera. Informasi tersebut kemudian terbukti benar.

Akun tersebut diduga milik tukang cukur langganan bek Chelsea, Marc Cucurella. Ia sempat mengunggah foto sang pemain disertai keterangan yang mengindikasikan bocornya kondisi tim.

Kebocoran informasi seperti ini diyakini memberi keuntungan bagi lawan dan berdampak pada performa tim di lapangan. Hal serupa juga pernah terjadi sebelumnya, saat susunan pemain Chelsea tersebar sebelum laga kontra Paris Saint-Germain di Liga Champions.

Meski klub tidak mengungkap secara rinci siapa pihak yang bertanggung jawab, internal Chelsea disebut telah menangani masalah tersebut secara serius. Saat masih menjabat, Rosenior juga sempat menyatakan bahwa sumber kebocoran telah diketahui dan situasi sudah ditangani.

Peristiwa ini menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan singkat Rosenior di Chelsea, di mana faktor di luar lapangan ikut memengaruhi dinamika tim.

Exit mobile version