Bookieindonesia.com, Jakarta – Pemerintah Kota Kota Medan memastikan pembangunan rumah susun (rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Seruwai, Kecamatan Medan Labuhan, akan mulai direalisasikan tahun ini. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pengerjaan hingga dua tahun.
Wali Kota Medan, Rico Waas, menyampaikan bahwa pihaknya tengah mempercepat pemenuhan seluruh persyaratan administratif dan teknis agar proses perencanaan dan pelaksanaan dapat berjalan sesuai jadwal. Pada tahap awal, kuota pembangunan yang tersedia baru mencakup satu tower.
“Pelaksanaan kegiatan direncanakan berlangsung pada 2026 dan berpotensi berlanjut hingga 2027, tergantung pada kesiapan dokumen dan dukungan anggaran,” ujar Rico dalam keterangan tertulis.
Ia menegaskan bahwa dokumen-dokumen yang masih dibutuhkan akan segera dilengkapi dalam waktu dekat. Pemerintah kota menargetkan seluruh kelengkapan tersebut rampung agar proyek dapat segera masuk tahap pelaksanaan fisik.
Selain fokus pada pembangunan rusun baru, Pemkot Medan juga menyoroti kondisi sejumlah rusun lama yang belum optimal dimanfaatkan. Salah satunya adalah Tower D yang dibangun melalui APBN pada 2016, dengan sekitar 90 unit dalam kondisi rusak berat dan belum dihuni karena belum dilakukan serah terima aset ke pemerintah daerah.
Rico mengatakan pihaknya telah meminta dukungan kementerian terkait agar proses berita acara serah terima dapat segera diselesaikan. Dengan demikian, aset tersebut bisa dimanfaatkan atau direvitalisasi. Namun, saat ini masih berlangsung proses identifikasi dan penataan aset antarinstansi untuk memastikan status kepemilikan sebelum diserahkan ke daerah.
Untuk tahun anggaran 2026, program yang tersedia baru mencakup pembangunan rusun baru dan belum memasukkan agenda revitalisasi bangunan lama.
Ia juga menjelaskan bahwa tingkat keterisian rusun yang sudah ada di Medan saat ini berada di kisaran 50 hingga 85 persen. Sebagian besar penghuninya merupakan nelayan di wilayah utara kota. Meski demikian, masih ada warga yang enggan menempati rusun karena lokasi hunian dianggap kurang dekat dengan laut.
Ke depan, Pemkot Medan berencana mengusulkan segmentasi penghuni yang lebih beragam, seperti tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta warga yang terdampak banjir. Pemerintah kota menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan kementerian dan perangkat daerah terkait agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi secepat mungkin, sehingga pembangunan rusun di Seruwai dapat segera ditetapkan dan masuk tahap pelaksanaan.
