HomeBerita

Sirene Serangan Udara Meraung di Seluruh Israel Usai Serangan Rudal dari Iran dan Lebanon

Gelombang serangan rudal memicu kepanikan di sejumlah kota besar Israel, sementara sistem pertahanan udara berusaha mencegat proyektil yang datang dari Iran dan Lebanon.

konflik Timur Tengah
konflik Timur Tengah

Bookieindonesia.com, Jakarta – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel dilaporkan menerima serangan rudal yang diduga diluncurkan dari Iran dan Lebanon. Rentetan ledakan serta suara sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah, termasuk Yerusalem, Tel Aviv, Haifa, serta sejumlah daerah di bagian tengah dan utara negara tersebut.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka mendeteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran yang mengarah ke wilayah Israel. Sistem pertahanan udara negara itu segera diaktifkan untuk menghadapi ancaman tersebut. Pihak militer bahkan mengeluarkan peringatan sebanyak empat kali sepanjang siang hingga sore hari terkait adanya proyektil yang meluncur menuju wilayah mereka.

Tak lama setelah laporan serangan pertama, militer Israel kembali mengumumkan bahwa sejumlah peluncuran roket dari Lebanon menuju Israel juga berhasil dicegat. Sirene peringatan sempat berbunyi di wilayah Israel bagian tengah ketika sistem pertahanan udara berupaya menahan proyektil yang masuk.

Serangan ini terjadi pada hari kelima konflik besar di Timur Tengah yang memanas sejak Sabtu lalu. Konflik tersebut dipicu oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kemudian memicu eskalasi militer di kawasan.

Lebanon ikut terseret dalam konflik setelah kelompok Hizbullah yang memiliki dukungan dari Teheran melancarkan serangan ke Israel. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang kemudian memicu serangan udara Israel secara berkelanjutan di beberapa titik.

Layanan medis darurat Israel, Magen David Adom (MDA), melaporkan bahwa dua orang warga di wilayah Israel tengah harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka ringan. Salah satu korban merupakan pria berusia sekitar 30 tahun yang mengalami luka akibat pecahan proyektil, sementara korban lainnya mengalami cedera akibat dampak ledakan.

Kepolisian Israel juga mengungkapkan bahwa petugas telah diterjunkan ke lima lokasi berbeda di wilayah Yerusalem. Lokasi tersebut merupakan titik jatuhnya serpihan proyektil yang berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, yang sebagian besar hanya menimbulkan kerusakan material.

Militer Israel menyatakan bahwa sebagian besar roket yang diluncurkan dari Lebanon berhasil dihentikan sebelum mencapai targetnya.

Sementara itu, MDA mencatat bahwa sejak konflik dimulai, tim medis telah menangani total 414 korban. Dari jumlah tersebut, tercatat 10 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka serius, enam orang mengalami luka sedang, dan ratusan lainnya mengalami luka ringan.

Exit mobile version