HomeBerita

Sorotan Passportgate Pemain Naturalisasi, Menkum Harap Revisi UU Kewarganegaraan Rampung Tahun Ini

Pemerintah tegaskan polemik passportgate tetap dalam koridor hukum, sambil menyiapkan revisi UU Kewarganegaraan.

BooKieindonesia.com, Medan – Isu passportgate yang sempat ramai terkait pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda akhirnya mendapat penjelasan dari pemerintah. Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa seluruh proses yang dijalankan tetap sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Menurut Menkum, persoalan tersebut sebenarnya sudah pernah dijelaskan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki dasar hukum yang kuat terkait status kewarganegaraan para atlet naturalisasi.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan diplomasi olahraga dalam menjaga hubungan antarnegara. Baginya, kerja sama internasional melalui olahraga menjadi aspek penting yang tidak bisa diabaikan.

Di sisi lain, pemerintah tengah mempersiapkan revisi Undang-Undang Kewarganegaraan yang akan dibahas bersama DPR. Langkah ini diharapkan mampu mencegah munculnya polemik serupa di masa depan.

Supratman menyampaikan bahwa proses penyusunan regulasi tersebut sedang dalam tahap finalisasi. Ia berharap pembahasan bisa rampung tahun ini sehingga memberikan kepastian hukum yang lebih kuat.

Fokus pada Prestasi Nasional

Lebih jauh, Menkum menegaskan bahwa tujuan utama pemerintah tetap berfokus pada peningkatan prestasi Indonesia di kancah internasional. Ia menyebut kebanggaan melihat bendera Merah Putih berkibar menjadi motivasi utama dalam setiap kebijakan.

Setiap kementerian, lanjutnya, memiliki peran masing-masing untuk mendukung target tersebut.

Tetap Berlandaskan Regulasi

Sementara itu, Erick Thohir memastikan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga selalu berpedoman pada aturan hukum yang berlaku. Ia menilai regulasi terkait atlet diaspora maupun naturalisasi sudah cukup jelas dan dijalankan sesuai ketentuan.

Menurutnya, kesempatan bagi atlet berdarah Indonesia untuk membela Tanah Air tidak hanya terjadi di sepak bola, tetapi juga di berbagai cabang olahraga lainnya.

Prinsip Satu Kewarganegaraan

Erick juga mencontohkan atlet renang muda, Maesha Wall, yang telah memberikan kontribusi prestasi bagi Indonesia. Kehadiran atlet keturunan dinilai sebagai aset yang patut diapresiasi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap menganut prinsip satu kewarganegaraan dengan satu paspor. Oleh karena itu, seluruh proses administrasi harus mengikuti aturan resmi yang berlaku.

Selain itu, ia kembali menekankan pentingnya diplomasi olahraga sebagai sarana mempererat hubungan antarnegara. Menurutnya, kerja sama di bidang ini dapat menjadi kekuatan strategis yang menghubungkan Indonesia dengan negara lain.

Exit mobile version