BooKieindonesia.com, Medan – Barcelona kembali mengambil langkah resmi dengan mengirimkan protes kedua kepada UEFA terkait keputusan wasit dalam laga melawan Atletico Madrid di perempat final Liga Champions UEFA. Klub menilai terdapat sejumlah keputusan yang merugikan mereka dalam dua leg pertandingan tersebut.
Menurut pihak Barcelona, hasil yang membuat mereka tersingkir dengan agregat 2-3 tidak sepenuhnya ditentukan oleh performa di lapangan. Selisih tipis membuat setiap keputusan wasit menjadi sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan.
Dalam dua pertemuan tersebut, Barcelona merasa menghadapi tekanan tambahan, termasuk insiden kartu merah serta beberapa momen yang dinilai layak berbuah penalti namun tidak diberikan. Kondisi ini memicu kekecewaan, baik dari pemain maupun manajemen klub.
Situasi pascalaga pun disebut berlangsung panas, dengan adanya perdebatan di ruang ganti yang mencerminkan ketidakpuasan atas hasil akhir yang dianggap kurang adil.
Soroti Dugaan Pelanggaran Aturan
Manajemen Barcelona menilai kepemimpinan wasit dalam dua pertandingan tersebut berdampak langsung pada hasil akhir. Mereka menyoroti sejumlah keputusan yang dianggap tidak sesuai dengan aturan permainan dan berpotensi mencederai prinsip fair play.
Selain aspek pertandingan, klub juga menyinggung kerugian dari sisi finansial akibat kegagalan melaju ke babak berikutnya. Lolos ke semifinal tentu membawa tambahan pemasukan yang signifikan bagi klub.
Salah satu pemain, Raphinha, bahkan meluapkan emosinya setelah pertandingan dengan menyebut situasi tersebut sebagai ketidakadilan yang mencolok. Pernyataan itu mencerminkan kekecewaan yang dirasakan tim secara keseluruhan usai laga di Riyadh Air Metropolitano.
Protes Pertama Ditolak UEFA
Sebelumnya, Barcelona telah lebih dulu mengajukan protes resmi kepada UEFA. Mereka menyoroti insiden dugaan handball yang melibatkan Marc Pubill yang tidak dianggap sebagai pelanggaran oleh wasit.
Namun, pengajuan tersebut ditolak oleh UEFA dengan alasan terkait prosedur dan interpretasi kejadian di lapangan. Keputusan ini justru memperbesar rasa kecewa pihak klub.
Dalam pernyataan resminya, Barcelona menilai bahwa beberapa keputusan wasit tidak sejalan dengan aturan permainan yang berlaku.
Ajukan Protes Kedua, Tunggu Respons UEFA
Tidak berhenti sampai di situ, Barcelona kini kembali mengajukan laporan baru dengan dokumen yang lebih lengkap. Klub berupaya memperkuat argumen mereka melalui data dan kronologi kejadian yang lebih rinci.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Barcelona dalam memperjuangkan apa yang mereka anggap sebagai ketidakadilan. Hingga saat ini, UEFA masih belum memberikan tanggapan resmi atas pengajuan terbaru tersebut.
Barcelona berharap ada evaluasi menyeluruh dari otoritas sepak bola Eropa demi menjaga integritas kompetisi. Mereka menilai kejelasan sikap dari UEFA penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
