bookieindonesia.com, Bukittinggi Penyerang Persija Jakarta, Eksel Runtukahu, menunjukkan performa impresif sepanjang kompetisi Super League 2025/2026. Ketajamannya di lini depan membuka peluang baginya untuk dipertimbangkan memperkuat Timnas Indonesia.
Dengan koleksi enam gol sejauh musim ini, Eksel sejajar dengan sejumlah pemain lokal lain yang tampil konsisten seperti Ezra Walian dan Yakob Sayuri. Menariknya, kedua nama tersebut sebelumnya sudah pernah mendapatkan panggilan dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, sementara Eksel masih belum mendapat kesempatan serupa.
Padahal, Herdman dijadwalkan kembali menangani Timnas Indonesia dalam ajang Piala AFF 2026 yang akan berlangsung pada Juli mendatang. Turnamen ini tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA, sehingga kemungkinan besar hanya pemain dari kompetisi domestik yang akan dipanggil.
Situasi tersebut sebenarnya menjadi peluang besar bagi pemain seperti Eksel untuk membuktikan kualitasnya. Namun, sang striker memilih untuk tetap fokus pada performanya bersama Persija Jakarta.
Eksel mengaku tidak ingin terlalu memikirkan peluang dipanggil ke timnas. Baginya, yang terpenting saat ini adalah memberikan kontribusi maksimal untuk klub.
Meski begitu, ia tetap membuka diri jika kesempatan itu datang. Eksel menegaskan siap memberikan performa terbaik apabila dipercaya membela Timnas Indonesia.
Sebagai striker, Eksel dikenal memiliki semangat juang tinggi. Ia harus bersaing dengan sejumlah penyerang Persija lainnya seperti Gustavo Almeida, Mauro Zijlstra, dan Alaeddine Ajaraie.
Di awal musim, Eksel cukup sering mendapatkan kesempatan bermain. Namun, setelah Gustavo pulih dari cedera serta kedatangan Mauro dan Alaeddine, menit bermainnya sempat berkurang.
Meski demikian, Eksel tidak menganggap rekan-rekannya sebagai pesaing. Ia justru melihat mereka sebagai motivasi untuk terus berkembang. Hal itu terbukti ketika ia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 Persija atas Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Eksel juga mengaku senang bisa belajar dari para pemain senior di timnya. Baginya, kehadiran mereka justru menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas permainan.
