HomeBerita

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pemain Bhayangkara FC U-20 Usai Insiden Bentrok

Lima pemain terkena larangan bermain hingga tiga tahun, klub siap tempuh jalur banding demi keadilan

Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pemain Bhayangkara FC U-20 Usai Insiden Bentrok
Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Berat untuk Pemain Bhayangkara FC U-20 Usai Insiden Bentrok

bookieindonesia.com, Jakarta Tim Bhayangkara FC U-20 resmi menerima keputusan sanksi dari Komite Disiplin PSSI terkait insiden bentrokan dengan Dewa United U-20 dalam pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 musim 2025/2026.

Dalam putusan tersebut, lima pemain Bhayangkara FC U-20 dijatuhi hukuman berat, termasuk Fadly Alberto yang menerima larangan beraktivitas di sepak bola selama tiga tahun. Sanksi ini menjadi yang paling lama dibandingkan pemain lainnya.

Manajer tim, Yongky Pamungkas, mengungkapkan bahwa selain Fadly, tiga pemain lain yakni Aqilah Lissunnah Aljundi, Afrizal Riqh, dan Ahmad Catur masing-masing dikenakan larangan bermain selama dua tahun. Sementara itu, M. Mufdi Iskandar dijatuhi hukuman satu tahun tidak boleh berkompetisi.

Tidak hanya pemain, asisten pelatih Mukhlis Hadi Ning juga menerima sanksi berupa larangan mendampingi tim dalam empat pertandingan. Selain itu, Bhayangkara FC U-20 turut dikenai denda finansial dengan nilai yang cukup signifikan.

Insiden yang menjadi latar belakang hukuman ini terjadi dalam pertandingan yang digelar di Stadion Citarum, Semarang, pada 19 April 2026. Dalam laga tersebut, terjadi kericuhan yang melibatkan aksi kekerasan dari kedua tim, termasuk pukulan dan tendangan yang memicu ketegangan di lapangan.

Pihak Dewa United U-20 sebelumnya juga telah menerima sanksi dari Komdis PSSI atas keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.

Yongky menegaskan bahwa klub menghormati keputusan yang telah diambil oleh Komdis PSSI. Namun, ia menilai bahwa beberapa aspek dalam putusan tersebut, khususnya terkait lamanya hukuman terhadap pemain, masih perlu ditinjau kembali secara menyeluruh.

Menurutnya, tidak semua pemain yang dijatuhi sanksi sepenuhnya berada dalam posisi sebagai pelaku utama, melainkan juga ada yang menjadi korban dalam situasi yang berlangsung cepat dan penuh tekanan.

Atas dasar itu, Bhayangkara FC U-20 berencana mengajukan banding ke Komite Banding PSSI sesuai prosedur yang berlaku. Langkah ini diambil untuk mendapatkan penilaian yang lebih objektif dan proporsional.

Yongky juga menambahkan bahwa hubungan antara pemain Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 selama ini berjalan dengan baik dan dilandasi sikap saling menghormati. Ia menilai insiden tersebut terjadi karena emosi sesaat dalam pertandingan dengan tensi tinggi, bukan mencerminkan karakter asli para pemain.

Ke depan, Bhayangkara FC U-20 berkomitmen melakukan evaluasi internal guna mencegah kejadian serupa terulang. Di sisi lain, klub tetap akan memperjuangkan hak para pemain melalui jalur resmi demi memperoleh keputusan yang adil.

Exit mobile version