Bookieindonesia.com, Jakarta – Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran terhadap kelangsungan berbagai agenda internasional, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut dijadwalkan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang, namun situasi geopolitik global membuat sejumlah pihak mulai mempertanyakan bagaimana kompetisi itu akan berjalan.
Salah satu sorotan utama tertuju pada partisipasi tim nasional Iran. Dalam jadwal fase grup, Iran direncanakan memainkan tiga pertandingan di wilayah Amerika Serikat pada musim panas tahun depan.
Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles. Setelah itu, mereka akan berjumpa Belgia pada 21 Juni di kota yang sama, sebelum menjalani laga terakhir fase grup melawan Mesir pada 26 Juni di Seattle.
Namun perkembangan konflik internasional membuat peluang kehadiran Iran di turnamen tersebut mulai diragukan. Situasi ini mencuat setelah terjadinya serangan militer yang dilaporkan dilakukan Amerika Serikat bersama Israel terhadap Iran.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, bahkan menyampaikan keraguannya terkait kemungkinan timnya tampil di ajang tersebut. Ia menilai kondisi yang terjadi saat ini membuat harapan Iran untuk berpartisipasi di Piala Dunia menjadi semakin tidak pasti.
Sejak insiden tersebut, Iran juga dilaporkan melancarkan serangan balasan berupa rudal dan drone ke beberapa negara di kawasan Timur Tengah, di antaranya Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, dan Oman. Eskalasi tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan serta dampaknya terhadap penyelenggaraan acara olahraga berskala global.
Peluang Penundaan Dinilai Kecil
Meski situasi memanas, sejumlah pengamat menilai kemungkinan penundaan Piala Dunia 2026 relatif kecil. Hal ini disampaikan oleh pakar industri olahraga global, Simon Chadwick.
Chadwick, yang sebelumnya pernah terlibat dalam riset penyelenggaraan Piala Dunia 2022 dan menjadi penasihat berbagai organisasi olahraga internasional, menilai bahwa menunda turnamen sebesar Piala Dunia bukan perkara mudah.
Ia menjelaskan bahwa dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar tiga bulan, penjadwalan ulang akan menghadapi tantangan besar dari sisi logistik, ekonomi, maupun politik.
Menurutnya, selama konflik tidak meluas hingga wilayah Amerika Utara atau Eropa, alasan untuk menunda turnamen akan sulit dibenarkan.
Risiko Jika Konflik Meluas
Meski demikian, Chadwick menegaskan bahwa situasi bisa berubah jika konflik berkembang lebih luas. Apabila serangan menjangkau negara-negara di Eropa atau Amerika Utara, dampaknya bisa menjadi jauh lebih serius.
Selain itu, gangguan terhadap jalur penerbangan internasional maupun pasokan minyak global juga berpotensi memengaruhi keputusan penyelenggaraan turnamen. Dalam kondisi tersebut, FIFA dan pihak tuan rumah mungkin perlu mempertimbangkan skenario alternatif untuk memastikan kompetisi tetap dapat berlangsung.
Chadwick juga memperkirakan pemerintahan Amerika Serikat saat ini kemungkinan tidak akan mendukung gagasan penundaan turnamen, karena langkah tersebut dapat dianggap sebagai bentuk mundur menghadapi tekanan situasi global.
FIFA Ingin Semua Negara Tetap Berpartisipasi
Di tengah berbagai spekulasi tersebut, FIFA hingga kini belum memberikan sinyal bahwa Iran akan dicoret dari turnamen. Belum ada pula indikasi bahwa negara tersebut akan menarik diri secara sukarela dari kompetisi.
CEO Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer), JT Batson, menyatakan pihaknya mendukung penuh upaya FIFA untuk memastikan penyelenggaraan turnamen yang aman bagi seluruh peserta.
Ia mengungkapkan bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, memiliki komitmen untuk menghadirkan Piala Dunia yang aman dan terjamin sehingga semua tim dapat berpartisipasi tanpa hambatan.
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom. Ia menegaskan bahwa organisasi sepak bola dunia tersebut terus memantau perkembangan situasi internasional demi memastikan turnamen dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Untuk saat ini, Piala Dunia 2026 masih direncanakan berjalan sesuai jadwal, meskipun dinamika geopolitik global tetap menjadi faktor yang terus diawasi oleh berbagai pihak.
Sumber: Give Me Sport
