Bookieindonesia.com, Medan – Presiden Prabowo Subianto meminta agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Arahan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (2/3/2026).
Usai pertemuan, Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan bahwa Presiden menginstruksikan pengawasan ketat terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pangan selama periode puasa hingga Lebaran. Pemerintah diminta memastikan stok aman serta harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Selain memantau pasokan sembako, Zulhas juga mendapat tugas untuk meninjau langsung sejumlah program pemerintah di berbagai daerah, termasuk sektor pangan, koperasi desa, serta pengelolaan sampah.
Dalam rapat tersebut turut hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia. Ia mengungkapkan bahwa Presiden juga membahas perkembangan situasi geopolitik global yang berpotensi berdampak pada Indonesia.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah penutupan Selat Hormuz oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Jalur tersebut merupakan rute penting distribusi minyak dunia, sehingga penutupannya dikhawatirkan mengganggu pasokan energi global.
Menurut Bahlil, kondisi ini perlu diantisipasi karena Indonesia masih melakukan impor bahan bakar minyak menjelang Lebaran. Ia berencana menggelar rapat dengan Dewan Energi Nasional guna membahas langkah mitigasi dan menyusun kajian dampaknya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia. Berdasarkan data pasar, harga minyak mentah Brent sempat melonjak sekitar 12 persen hingga menembus kisaran US$ 78 per barel, naik dari posisi sebelumnya di kisaran US$ 72 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga mengalami kenaikan ke level sekitar US$ 71 per barel dari sebelumnya sekitar US$ 67 per barel.
Konflik memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi tersebut menargetkan pimpinan tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal dan drone ke sejumlah target di kawasan Timur Tengah.
Situasi hingga awal Maret 2026 masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Eskalasi konflik dan potensi gangguan pasokan energi global menjadi faktor yang terus dipantau pemerintah Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok dan energi di dalam negeri menjelang hari besar keagamaan.
