bookieindonesia.com, Makassa Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengungkapkan rencana penggunaan bahan bakar B50 untuk kapal patroli sebagai bagian dari upaya efisiensi bahan bakar minyak (BBM).
Dalam keterangannya di Mabes Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta Timur, ia menjelaskan bahwa penerapan B50 membutuhkan penyesuaian pada sistem mesin kapal agar dapat beroperasi secara optimal.
B50 sendiri merupakan jenis bahan bakar campuran yang terdiri dari 50 persen solar dan 50 persen bahan nabati yang berasal dari minyak kelapa sawit (CPO). Penggunaan bahan bakar ini dinilai dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis minyak mentah.
Selain lebih ramah terhadap kemandirian energi, B50 juga dianggap mampu menunjang berbagai aktivitas operasional TNI AL, termasuk patroli laut serta distribusi logistik dan personel yang membutuhkan mobilitas tinggi.
Muhammad Ali menambahkan bahwa implementasi bahan bakar B50 akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. Saat ini, sebagian kapal patroli masih menggunakan bahan bakar B35.
Ia memastikan bahwa perubahan jenis bahan bakar ini tidak akan memengaruhi intensitas kegiatan patroli laut, meskipun dilakukan di tengah kebijakan efisiensi penggunaan BBM.
