BooKieindonesia.com, Medan – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai peristiwa yang terjadi saat Indonesia membeli minyak dari Singapura. Dua kapal yang membawa kargo minyak menuju Indonesia sempat diminta kembali oleh pihak penjual ketika sudah berada di perjalanan.
Dalam penjelasannya, Bahlil menyampaikan bahwa minyak tersebut sebelumnya telah dibeli oleh Pertamina melalui mekanisme tender yang dilakukan lewat trader. Kapal pengangkut minyak bahkan telah berlayar dari Singapura dan sudah memasuki wilayah perairan Indonesia.
Namun secara tiba-tiba, penjual meminta agar dua kapal yang membawa minyak tersebut berbalik arah sebelum sampai di tujuan.
Bahlil mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi beberapa hari lalu. Menurutnya, proses pembelian sudah berjalan sesuai prosedur, mulai dari tender hingga pengiriman barang, tetapi di tengah perjalanan muncul permintaan untuk menarik kembali dua kargo tersebut.
Ia menilai situasi pasar minyak dunia saat ini sedang tidak stabil. Keterbatasan pasokan membuat persaingan mendapatkan minyak semakin ketat, sehingga pihak yang bersedia membayar lebih tinggi berpotensi mengambil alih pasokan yang sebelumnya sudah dijual.
Menanggapi insiden tersebut, pemerintah segera melakukan koordinasi dengan Pertamina untuk menyampaikan protes kepada pihak penjual. Selain itu, pemerintah juga menegaskan kemungkinan menempuh jalur hukum jika pengiriman minyak tidak dilanjutkan sesuai kesepakatan.
Setelah dilakukan komunikasi intensif dengan pihak penjual, akhirnya ditemukan titik penyelesaian. Bahlil menyampaikan bahwa dua kargo minyak tersebut dijadwalkan kembali dikirimkan ke Indonesia pada 18 Maret.
Ia menambahkan bahwa langkah protes yang disertai ancaman gugatan hukum tampaknya membuat pihak penjual mempertimbangkan kembali keputusannya, sehingga pengiriman akhirnya disepakati untuk dilanjutkan.
