HomeBerita

2.797 Pemudik Arus Balik Tiba di Stasiun Cikarang pada H+7 Lebaran

Lonjakan penumpang masih terjadi, KAI catat kedatangan lebih tinggi dibanding keberangkatan dan tawarkan promo tiket 20 persen

2.797 Pemudik Arus Balik Tiba di Stasiun Cikarang pada H+7 Lebaran
2.797 Pemudik Arus Balik Tiba di Stasiun Cikarang pada H+7 Lebaran

bookieindonesia.com, Banjarmasin Sebanyak 2.797 penumpang arus balik tercatat tiba di Stasiun Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, hingga Sabtu (28/3/2026) pukul 15.00 WIB. Para pemilir tersebut datang dari berbagai kota di Pulau Jawa pada H+7 Idul Fitri 1447 Hijriah.

Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa Stasiun Cikarang menjadi salah satu titik penting dalam layanan arus balik Lebaran tahun ini, khususnya untuk perjalanan kereta api jarak jauh.

Ia menjelaskan, selain sebagai titik kedatangan, Stasiun Cikarang juga melayani keberangkatan kereta api jarak jauh. Selama ini, stasiun tersebut dikenal sebagai titik akhir lintasan timur KRL di kawasan penyangga ibu kota.

Dalam periode yang sama, KAI mencatat sebanyak 1.534 penumpang berangkat dari Stasiun Cikarang. Angka ini lebih rendah dibandingkan jumlah kedatangan, menunjukkan bahwa arus balik menuju wilayah Cikarang dan sekitarnya masih berlangsung.

Menurut Franoto, peningkatan jumlah penumpang ini tidak terlepas dari posisi strategis Cikarang sebagai pusat kawasan industri yang menjadi tujuan banyak pendatang.

Ia juga menambahkan bahwa tingginya mobilitas penumpang mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan efisien.

KAI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jasa, terutama selama periode angkutan Lebaran.

Sebagai bentuk dukungan, KAI menghadirkan program promo bertajuk silaturahmi dengan memberikan potongan harga sebesar 20 persen untuk tiket kereta api kelas eksekutif.

Promo ini berlaku untuk perjalanan pada masa angkutan Lebaran, yakni mulai 25 Maret hingga 1 April 2026.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan minat masyarakat untuk menggunakan kereta api semakin meningkat di tengah tingginya arus balik Lebaran.

Exit mobile version