HomeBerita
Berita  

Houthi Sambut Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran, Disebut Pukulan bagi Musuh Teheran

Kelompok Houthi menilai pergantian kepemimpinan Iran sebagai momentum penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Mojtaba Khamenei Pemimpin Baru Iran
Mojtaba Khamenei Pemimpin Baru Iran

Bookieindonesia.com, Jakarta – Kelompok pemberontak Houthi yang berbasis di Yaman menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Penunjukan ini dilakukan setelah wafatnya ayahnya, Ali Khamenei, yang sebelumnya memegang posisi tersebut selama puluhan tahun.

Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui Telegram, Houthi menyebut keputusan tersebut sebagai perkembangan penting bagi Republik Islam Iran, terutama di tengah situasi geopolitik yang memanas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Kelompok tersebut menyatakan bahwa penunjukan Mojtaba Khamenei merupakan langkah strategis yang terjadi pada momen yang sangat krusial bagi Iran dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.

Menurut Houthi, kepemimpinan baru ini tidak hanya menjadi simbol kesinambungan Revolusi Islam, tetapi juga memperkuat posisi Iran menghadapi tekanan dari negara-negara yang dianggap sebagai lawan politik dan militernya.

Disebut sebagai kemenangan baru bagi Revolusi Islam

Houthi menilai terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai perkembangan positif bagi kekuatan politik Iran. Mereka juga menyebut keputusan tersebut sebagai kemenangan baru bagi Revolusi Islam yang telah menjadi dasar sistem pemerintahan Iran sejak 1979.

Kelompok tersebut bahkan menggambarkan pergantian kepemimpinan ini sebagai pukulan telak bagi pihak-pihak yang selama ini menentang Iran, baik di kawasan Timur Tengah maupun di tingkat global.

Sebelumnya, lembaga Majelis Pakar Iran secara resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru negara tersebut. Nama Mojtaba memang telah lama disebut-sebut sebagai kandidat paling kuat untuk menggantikan ayahnya.

Israel beri peringatan keras

Di sisi lain, pemerintah Israel menyatakan akan terus memantau perkembangan politik di Iran pasca pergantian kepemimpinan tersebut.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan mengeluarkan pernyataan tegas bahwa negaranya tidak akan ragu menargetkan siapa pun pemimpin Iran yang dianggap melanjutkan ancaman terhadap Israel.

Ia menegaskan bahwa setiap pemimpin Iran yang dinilai mendukung rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah, akan menjadi target militer.

Menurut Katz, tindakan tersebut akan berlaku tanpa memandang siapa sosok pemimpin Iran yang menjabat ataupun lokasi persembunyiannya.

Pernyataan tersebut menandai meningkatnya tensi politik dan keamanan di kawasan Timur Tengah setelah perubahan kepemimpinan di Teheran.

Exit mobile version