Bookieindonesia.com, Jakarta – Aparat kepolisian mengungkap bahwa seorang perempuan yang diduga mencuri uang takziah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, ternyata bukan kali pertama melakukan aksi serupa. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga telah menjalankan modus yang sama di sedikitnya dua lokasi berbeda sebelumnya.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kramat Jati, AKP Fadoli, membenarkan bahwa pelaku yang terekam dalam kasus terbaru memiliki kemiripan kuat dengan pelaku dalam dua peristiwa sebelumnya. “Iya, benar. Modusnya sama seperti kejadian sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut pihak kepolisian, total ada tiga kejadian yang diduga dilakukan oleh perempuan tersebut. Dua peristiwa terdahulu masing-masing terjadi di Jalan Damai, kawasan Lubang Buaya pada 22 Desember 2025, serta di Jalan Bambu Kuning, Bambu Apus pada 4 Februari 2026. Ketiganya berada di wilayah Jakarta Timur dengan pola kejahatan yang serupa.
Modus Berpura-pura Melayat
Dalam setiap aksinya, pelaku diduga menyamar sebagai pelayat yang datang untuk menyampaikan belasungkawa. Ia memanfaatkan suasana duka yang umumnya dipenuhi banyak tamu serta kondisi keluarga yang sedang berfokus pada prosesi pemakaman.
Polisi menjelaskan bahwa perempuan tersebut datang ke rumah duka dengan mengaku mengenal salah satu anggota keluarga almarhum. Setelah itu, ia berbaur dengan para tamu lainnya agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Saat situasi dianggap aman dan perhatian tuan rumah teralihkan, pelaku diduga mengambil uang sumbangan takziah yang dikumpulkan dari para pelayat. Uang tersebut biasanya disimpan di dalam kotak atau tas khusus yang diletakkan di area rumah duka.
Kesamaan ciri fisik serta pola tindakan menjadi dasar kuat bagi penyidik untuk menduga bahwa pelaku dalam tiga kejadian tersebut adalah orang yang sama. Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa tersebut saling berkaitan.
Polisi Kumpulkan Bukti Tambahan
Guna memperkuat dugaan tersebut, penyidik tengah menghimpun berbagai alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan keterangan para saksi dari tiga lokasi berbeda. Rekaman CCTV dinilai menjadi petunjuk penting untuk mengidentifikasi pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut,” kata AKP Fadoli.
Polisi juga membuka kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. Masyarakat yang merasa pernah mengalami kejadian serupa diimbau segera membuat laporan resmi agar kasus tersebut bisa diproses dan diusut secara menyeluruh.
Kejadian Terbaru Menimpa Keluarga Nyai Hasanah
Kasus terbaru terjadi di rumah duka milik keluarga Nyai Hasanah (45), warga Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Senin (2/3) sekitar pukul 12.30 WIB. Perempuan yang diduga sebagai pelaku datang dengan mengaku hendak melayat.
Hasanah menceritakan, pelaku tiba di rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB, tidak lama setelah mertuanya meninggal dunia pada pukul 04.00 WIB. Saat itu suasana rumah masih relatif sepi dan belum banyak pelayat yang datang.
“Dia datang pagi-pagi, bilang kenal dengan keluarga. Kami tidak curiga karena mengaku teman kakak ipar,” ungkap Hasanah saat ditemui di lokasi kejadian.
Pelaku bahkan bertahan cukup lama di rumah duka hingga menjelang waktu pemakaman. Selama berada di lokasi, ia lebih banyak duduk dan memperhatikan situasi sekitar, seolah-olah turut berduka bersama keluarga.
Mengaku Teman Perjuangan
Kepada keluarga korban, perempuan tersebut mengaku sebagai “teman perjuangan” kakak ipar Hasanah saat mengambil bantuan sosial seperti sembako dan Kartu Jakarta Pintar (KJP). Pengakuan tersebut membuat keluarga semakin yakin bahwa pelaku benar-benar mengenal salah satu anggota keluarga.
Karena merasa tidak ada yang mencurigakan, keluarga pun membiarkannya berada di dalam rumah bersama pelayat lainnya. Hingga akhirnya, pelaku meminta izin untuk menggunakan toilet.
Diduga saat itulah pelaku menjalankan aksinya. Beberapa saat kemudian, ia terlihat meninggalkan rumah dengan tergesa-gesa.
Keluarga baru menyadari uang takziah hilang sekitar pukul 12.30 WIB. Saat dilakukan pengecekan, uang sumbangan yang terkumpul dari para pelayat sudah tidak ada.
Warga sekitar sempat berusaha mengejar perempuan tersebut. Namun, pelaku berhasil melarikan diri sebelum sempat diamankan.
Rekaman CCTV Viral di Media Sosial
Aksi pencurian tersebut menjadi perbincangan luas setelah rekaman CCTV tersebar di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram @info_cipayung memperlihatkan seorang perempuan bergegas keluar dari rumah duka di Jalan Dukuh IV, Kampung Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Dalam rekaman tersebut, pelaku tampak berjalan cepat sebelum akhirnya berlari menjauh dari lokasi. Video itu pun memicu berbagai komentar dari warganet yang mengecam tindakan pelaku karena dinilai tidak berperikemanusiaan.
Banyak pihak menyayangkan aksi pencurian yang dilakukan di tengah suasana duka, saat keluarga sedang kehilangan orang tercinta dan fokus pada prosesi pemakaman.
Imbauan untuk Masyarakat
Pihak kepolisian mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama saat menggelar prosesi takziah atau acara yang mengundang banyak orang. Keluarga diimbau menunjuk satu atau dua orang untuk mengawasi kotak sumbangan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, pemasangan kamera pengawas di area strategis juga dinilai dapat membantu mencegah tindak kejahatan serta mempermudah proses penyelidikan jika terjadi sesuatu.
Kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Polisi berkomitmen menuntaskan penyelidikan dan memburu pelaku agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
